OBESITAS DAN KOMPLIKASINYA
Oleh
Dr.Riana Susanti, MD(H),Msc
Akademisi, Pengusaha dan Dewan Pembina Josay
Obesitas adalah orang yang memiliki berat badan yang sudah sanga berkelebihan jika diukur dengan Indek Masa Tubuh ( IMT ). Jika ukuran normal itu IMT adalah 18,5 – 24,9 , maka obeitas diatas ukuran overweight yaitu IMT diatas 30
Obesitas menjadi pemicu banyak penyakit seperti Jantung, Stroke, Diabetes Melitus , Gagal Ginjal dan sederetan nama penyakit yang mengerikan lainnya.
Beberapa Negara di dunia banyak menjadikan faktor obesitas ini suatu musuh yang perlu dilawan, karena masalah obesitas ini. Pengalaman penulis sewaktu tinggal di Amerika juga menunjukan bahwa negara itu warga negaranya juga banyak mengalami atau menderita Obesitas.
Berikut ini sejumlah masalah kesehatan yang terkait dengan obesitas, di antaranya:
Mendengkur, Sesak napas, Nyeri sendi, Nyeri punggung, Aterosklerosis, Kolesterol tinggi, Hipertensi, Sindrom metabolik, Diabetes tipe 2, Asma, Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), Apnea tidur, Osteoarthritis, Penyakit batu empedu, Disfungsi ereksi, Gangguan menstruasi, Komplikasi kehamilan, Gangguan ginjal, Gangguan hati, Kanker usus, Kanker rahim, Kanker payudara Stroke, Penyakit jantung
Penyakit Obesitas adalah kelainan kompleks yang melibatkan jumlah berlebihan pada lemak tubuh. Obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit dan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes dan tekanandarah tinggi. Menjadi sangat gemuk berarti sangat mungkin memiliki masalah kesehatan terkait dengan berat badan.
Perubahan diet menuju pola hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik dan perubahan perilaku dapat membantu menurunkan berat badan. Obat resep dan operasi penurunan berat badan adalah pilihan tambahan untuk mengobati obesitas.
Obesitas didiagnosis saat indeks massa tubuh (BMI) berada di nilai 30 atau lebih tinggi. Indeks massa tubuh dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram (kg) dengan tinggi badan dalam meter (m) kuadrat.
Tabel kategori penyakit obesitas kegemukan
Gambar: status BMI. (Sumber: Mayoclinic)
Bagi kebanyakan orang, BMI memberikan perkiraan wajar lemak tubuh. Namun, BMI tidak secara langsung mengukur lemak tubuh, sehingga beberapa orang, seperti atlet berotot, mungkin memiliki BMI dalam kategori obesitas meski tidak memiliki kelebihan lemak tubuh.
Penyebab Obesitas
Meskipun ada pengaruh genetik, perilaku dan hormon pada berat badan,
Kegemukan dapat juga terjadi saat mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada membakar melalui
olahraga dan aktivitas normal sehari-hari. Obesitas terkadang dapat ditelusuri ke penyebab medis, seperti sindrom Prader-Willi, sindrom Cushing, dan penyakit hipertensi dan kondisi lainnya.
Namun, kelainan ini jarang terjadi dan, secara umum penyebab utama
obesitas adalah:
Tidak aktif bergerak. Jika tidak terlalu aktif secara fisik, maka terjadi penimbunan kalori akibat tidak terjadinya pembakaran kalori didalam tubuh.
Pola makan dan kebiasaan makan yang tidak sehat. Penambahan berat badan tak terelakkan jika seseorang rutin makan lebih banyak kalori daripada yang dibakar oleh tubuh. Makanan tidak sehat merupakan pemicu timbulnya obesitas.
Obesitas biasanya diakibatkan oleh kombinasi penyebab dan faktor penyebab, termasuk:
* Gen dapat mempengaruhi jumlah lemak tubuh yang disimpan, dan dimana
lemak itu didistribusikan.
* Gaya hidup keluarga. Obesitas cenderung berjalan dalam keluarga. Jika salah satu atau kedua orang tua mengalami obesitas, risiko obesitas meningkat
* Tidak aktif secara fisik. Jika tidak terlalu aktif, maka terjadi penimbunan kalori didalam tubuh
* Diet tidak sehat. Diet yang tinggi kalori, kurang buah dan sayuran, penuh dengan makanan cepat saji
* Masalah medis. Pada beberapa orang, obesitas dapat ditelusuri ke penyebab medis, seperti sindrom Prader-Willi, sindrom Cushing dan kondisi lainnya. Masalah medis, seperti artritis, juga dapat menyebabkan penurunan aktivitas
* Obat tertentu. Beberapa obat dapat menyebabkan penambahan berat badan jika tidak mengimbangi diet atau aktivitas.
* Obesitas bisa terjadi pada usia berapapun, bahkan pada anak kecil sekalipun. Tapi seiring bertambahnya usia, perubahan hormon dan gaya hidup yang kurang aktif meningkatkan risiko obesitas
* Selama masa kehamilan, berat badan wanita tentu meningkat. Beberapa wanita merasa berat badan ini sulit diturunkan setelah bayi lahir
* Kurang tidur. Tidak cukup tidur atau terlalu banyak tidur dapat menyebabkan perubahan hormon yang meningkatkan nafsu makan.
Pencegahan penyakit obesitas
Langkah-langkah untuk mencegah kenaikan berat badan pada dasarnya sama dengan langkah menurunkan berat badan yaitu dengan olahraga sehari-hari, diet sehat, dan komitmen jangka panjang terkait makanan dan minuman yang akan dikonsumsi.
Berolahraga secara teratur. Anda perlu melakukan 150 sampai 300 menit aktivitas dengan intensitas sedang dalam seminggu untuk mencegah penambahan berat badan. Aktivitas fisik yang cukup intens termasuk berjalan cepat dan berenang.
Ikuti rencana makan sehat. Fokus pada makanan berkalori rendah dan padat nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Hindari lemak jenuh dan batasi permen dan alkohol. Makanlah tiga kali makan sehari sehari dengan ngemil terbatas.
Pantau berat badan secara teratur. Orang yang menimbang diri mereka setidaknya seminggu sekali lebih berhasil menjaga berat badan dibandingkan yang tidak melakukan.
Konsisten terhadap komitmen terkait rencana dan target berat badan yang diinginkan.
Mari kita membangun Bangsa melaui kampanye lawan kegemukan supaya kita bisa menjadi warga Negara yang sehat dan dapat secara produktif ikut berpartisipasi membangun Bangsa Indonesia ini.
( Sumber : Mayo Klinik & Berbagai sumber )


