Agenda JosayBisnis EkonomiDigitalGeneralHomeNews JOSAYPendidikanSosial BudayaTeknologi

Indonesia Siap Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Dalam acara di Business Talk Show 2019 yang diadakan UPH bertempat di Harvest Center Tangerang, dengan tema Empower The Future Enterprises, menampilkan pembicara- pembicara yang hebat di bidangnya.

Business Talk Show ini diadakan pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2019. Acara dimulai pada jam 12.00 dihadiri oleh 500an tamu undangan, dan civitas akademika dari Universitas Pelita Harapan.    

Pembicara utama sebagai Keynote Speaker dalam acara ini adalah Drs Enggartiasto Lukita Menteri Perdagangan Indonesia dan Prof. Dr. Ir. Adji hoesodo, SH, MH, MBA sebagai Chairman dan Founder dari A & Co Holding,  juga sebagai Ketum Josay dan juga Rektor GPU,

Peter Shearer Setiawan sebagai founder Wahyoo, Waasi B. Sumintardja sebagai Digital Banking Business Product Head, dan Daniel Hermansyah, CPM sebagai Managing Director Dreambox Branding Consultant Indonesia.

Dalam business talk show ini Menteri Perdagangan, Bapak Drs. Enggartiasto Lukito memberikan existing data yang dihadapi Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Bapak Menteri memberikan pesan kepada generasi muda untuk bersiap-siap dalam menyongsong era revolusi industri ini dengan penuh sukacita karena pemerintahan di bawah Joko Widodo sangat memperhatikan dan mendorong kesiapan dari sumber daya manusia dari kalangan generasi muda ini.

Di lain pihak pembicara kedua yang juga ketua Josay,  Prof. Dr. Ir. Adji hoesodo, SH, MH, MBA memberikan paparan yaitu dengan adanya fenomena yang dipelajari banyak terjadi perubahan-perubahan yang ada di Indonesia dengan kondisi revolusi industri 4.0 ini.  Perlu persiapan-persiapan khusus terutama kondisi masyarakat sekarang berbeda dengan dulu.  Dalam hal ini masyarakat Indonesia sekarang harus punya suatu awareness terhadap situasi yang cepat berubah ini.

Di dalam paparannya Ketum Josay yang juga sekaligus dosen ini juga memberikan beberapa catatan tentang kesiapan-kesiapan dan perlunya pemahaman terhadap salah satunya penyiapan human capital untuk Indonesia.  Hal ini penting karena diperlukan dalam situasi yang serba cepat ini. Dalam kondisi ini, menurut Prof. Dr. Ir. Adji hoesodo, SH, MH, MBA, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia harus menerima kenyataan harus cepat dan responsif terhadap perubahan. Ini artinya adalah nimble and agile, yaitu cepat dan responsif terhadap stakeholder.  Selanjutnya adalah digital oriented, artinya harus berpikiran atau bermindset digital dalam meyelesaikan pekerjaan.  Selain itu, harus siap berkolaborasi cross function dan secara geografis dan adaptable maknanya harus fleksibel untuk merangkul perubahan dalam lingkungan yang selalu berubah.

Dalam hal ini, Adji Hoesodo sebagai dosen dan praktisi bisnis menyatakan  bahwa cara-cara lama sudah harus ditinggalkan karena di era revolusi menuju industry 4.0 ini terjadi banyak perubahan pada berbagai segi maupun lingkungan bisnis, sehingga perlu ada 3 role. Atau 3C dalam mempersiapkan human resources yang ada di Indonesia, yaitu menyangkut bagaimana meningkatkan capability, capacity dan Culture transformation menyongsong era revolusi industri 4.0 ini.

Dalam hal ini untuk membangun sesuatu culture digital perlu adanya suatu awareness yang dimasukkan.   Pertama perlunya kampanye agar muncul suatu kesadaran.  Kedua, training yang berkelanjutan.  Ketiga, selalu menjadi pembicaraan dalam forum board of director. Keempat,diadakan seri-seri kepemimpinan yang mengalami transformasi.  Kelima, ada suatu Iearning yang mulai disosialisasikan. Benchmarking dll.  Sehingga awareness akan mulai terbangun dan masyarakat mulai menerima atau acceptance.

Penerimaan ini bisa di aplikasikan dalam Leaders Work the Talk.  Kemudian melalui Innovation Festival,  praktek dan sistem SOP yang dibuat. Kemudian juga di dalam produk dan pelayanan dan juga digabungkan dengan semua praktik human resources
mulai dari rekrutmen,  performance management dan lain-lain.

Ini diterima kemudian dikuatkan lagi dalam board of directors score card atau KPI Awards kemudian ada story telling success story.  Kemudian dikuatkan sehingga menjadi suatu behavior atau perilaku.  Ini adalah pembangunan budaya digital yang perlu dibangun dalam era ini.

Dalam hal bagaimana suatu perusahaan harus mempunyai kegesitan di dalam era digital ini, ada tiga kapabilitas yang harus dibangun. 

Pertama adalah tentang hyper awareness, merupakan sifat yang super dari suatu perusahaan menyangkut kemampuan perusahaan untuk mendeteksi dan memonitor perubahan di dalam lingkungan bisnis.

Kedua mengenai bagaimana Informed-Decision Making.  Yaitu kemampuan perusahaan untuk mampu membuat yang keputusan yang cepat dan terbaik di dalam situasi yang diberikan dan juga di dalam digital bisnis agility ini.

Ketiga, fast execution yaitu kemampuan perusahaan yaitu kemampuan perusahaan untuk membawa rencana dengan cepat dan efektif.

Ketika kemampuan ini harus dibangun perusahaan dalam era digital bisnis ini sehingga perusahaan mampu merespon digital disruption ini.


Di akhir pembicaraan ini dikemukakan ada enam sifat atau bisnis skill yang harus dimiliki perusahaan pada masa sekarang dan masa depan.  Mengantisipasi perubahan yang cepat di era revolusi industri 4.0. 

Pertama tentang digital awareness yaitu mengerti tentang aplikasi dan teknologi baru di dalam bisnis.
Kedua Data-Driven Decision Making yaitu bagaimana mengaplikasikan data analitik untuk membuat keputusan dan termasuk bagaimana kita mendapatkan wawasan dan menyelesaikan problem.

Ketiga adalah mengenai Human center Design, yaitu bagaimana skill mendesain suatu produk dan jasa dari perspektif konsumen tertentu.

Keempat adalah Agile,  yaitu suatu metode yang difokuskan pada suatu penyelesaian yang cepat untuk customer.

Kelima, adalah future communication, yaitu engaging atau mengikat konsumen cara efektif di era digital.

Yang terakhir adalah Risk and Governance in the Digital World, artinya mengerti dan mengelola risiko di dalam dunia pelayanan  keuangan digital. 

Jadi ini adalah 6 skill yang perlu dipunyai oleh generasi muda kita untuk menyongsong era revolusi industri 4.0. yang lebih bagus. 

Itu adalah sedikit paparan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Adji hoesodo, SH, MH, MBA, sebagai seorang pengajar di beberapa negara Asia dan perguruan tinggi swasta di negara Indonesia, ebagai peneliti pengusaha dan Ketum Josay.

Demikian di akhir acara mendapatkan applause yang luar biasa dari audiens sehingga menjadi suatu kebanggaan bagi pembicara ini sebagai alumni UI sekaligus  Ketum josay yang bisa sharing terhadap generasi muda. (Josay pers)