Agenda JosayDigitalGeneralHomeNews JOSAYPendidikanTeknologi

GPU JOSAY MENGISI ACARA SEMINAR NASIONAL DI STIE LAN BANDUNG

Pada tanggal 12 April 2019 hari jumat yang bertempat di STIA LAN Bandung di Jl. Cimandiri No. 34 – 38 Bandung telah diadakan suatu seminar yang berjudul “Peluang dan Tantangan Perguruan Tinggi dalam mengimplementasikan pendidikan berbasis tehnologi informasi”.

Hadir sebagai pembicara dari Josay Ketua Umum Josay Prof. Dr. Ir. A.R. Adji Hoesodo, SH, MH, MBA dan Ketua Dewan Pembina Josay Dr. Riana Susanti, M.Sc.  Acara ini dibuka oleh Kepala STIA LAN Bandung Dr. Joni Dawud, DEA dan dihadiri perwakilan dari perguruan tinggi swasta di bandung sekitar 50 perwakilan.  Dalam sambutannya Dr. Joni Dawud, DEA menyambut baik adanya seminar ini dan diharapkan STIA LAN dan GPU Josay bisa melanjutkan kerjasama untuk mengimplementasikan suatu sistem pendidikan yang berbasis teknologi informasi.

Dalam kesempatan ini juga diberikan suatu paparan oleh President GPU Josay dan Chancellor dari GPU Josay.  Sesi pertama President GPU Josay memberikan paparan tentang pentingnya antisipasi dunia pendidikan dengan adanya tehnologi informasi untuk diterapkan di perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia.  Disinyalir menurut Harvard Business Review di Amerika, dalam 10 tahun kedepan separuh dari perguruan tinggi akan beralih kepada sistem online.  Saat ini pastinya karena kebutuhan jaman yang berubah penyelenggaraan pendidikan beralih kearah online semua.  Perkembangan jaman dimana orang sangat sibuk bekerja dan mempunyai keinginan menambah ilmu tapi tanpa harus menghadiri kelas maka bisa mengikuti pendidikan berbasis online karena menghemat waktu, biaya dan bisa sinergi pararel dengan aktifitas mereka.

Dalam kesempatan ini Ketum Josay yang sekaligus Presiden GPU juga memberikan beberapa fenomena-fenomena yang terjadi, perubahan-perubahan dimana dari cara lama menjadi suatu cara yang baru yaitu dengan sistem pendidikan online yang berbasis Learning Management System ini akan sangat professional jika diterapkan di perguruan tinggi. Dalam sistem ini bisa dilakukan juga ujian secara online dengan melalui face recognition yaitu penyamaan wajah sepanjang peserta mengikuti ujian online.  Artinya penyelenggaraan ujian ini bisa diantisipasi terhadap kemungkinan kecurangan dunia pendidikan.  Face recognition ini akan kontinyu meng-scan wajah mahasiswa dalam berapa detik melalui komputer dan jika nanti ujian itu digantikan oleh orang lain pastinya wajahnya akan berbeda dan pastinya dinyatakan tidak lulus karena sistem akan berhenti.

Dalam kesempatan ini juga, diadakan diskusi mengenai security system teknologi pendidikan online ini.  Menyangkut masalah security system, perguruan tinggi yang sudah mempunyai website diharapkan jika connect dengan platform yang ada di GPU harus menggunakan website yang sudah secure atau https://­ sehingga tidak akan terjadi hack yang akan merusak program pendidikan tersebut. 

Ada beberapa pertanyaan yang muncul dari perwakilan perguruan tinggi yang lain terhadap bagaimana sistem ini bisa diakses di pelosok-pelosok.  Berkenaan dengan hal ini, dengan adanya Palapa Ring yang diluncurkan di bulan November 2018 oleh Kominfo diatas Halmahera memungkinkan semua area yang tercover didalam NKRI bisa mengakses sistem pendidikan ini.  Jadi dengan sistem ini, meskipun Indonesia mempunyai pulau 17504  tidak ada kendala, terutama dengan STIA LAN, jika ada para birokrat atau ASN yang ingin melanjutkan pendidikan tentang bagaimana mengelola negara dengan mengambil mata kuliah yang ada di STIA LAN Bandung, mereka bisa mengakses pendidikan ini tanpa perlu meninggalkan pekerjaan.  Walaupun kondisinya terpencil di seluruh Indonesia dan pastinya akan bisa terkelola dengan baik dalam sistem belajar mengajar itu.  Diharapkan jika bisa diimplementasikan akan mambantu para birokrat untuk lebih meng-improve knowledge dan skills, dengan mengambil manfaat dari sistem ini.  Karena tanpa meninggalkan pekerjaan mereka akan mendapatkan pengetahuan yang lebih.

Dilain pihak Ketua Dewan Pembina Josay dan juga Chanchellor dari GPU Dr. Riana Susanti, M.Sc memberikan pengarahan teknis-teknis bagaimana sistem ini bekerja.  Pada intinya terdapat 3 section yaitu untuk admin, dosen atau pengajar dan mahasiswa atau student.  Di sini dijelaskan tentang feature dari student atau mahasiswa dimana bagaimana cara teknis untuk menjalankan sistem program ini dan juga feature untuk dosen atau pengajar yang ingin masuk didalam tehnologi online learning manajemen system ini diberikan paparan juga.  Dan yang terakhir adalah teknis bagaimana untuk para admin yang nanti akan mengelola suatu system learning management system ini. 

Diakhir sesi seminar yang berjalan cukup meriah ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan berupa cinderamata yang sangat bagus dan menarik sekali dari pihak STIA LAN yang diberikan Bapak Dr. Joni Dawud, DEA kepada kedua pembicara dari GPU dan diakhiri dengan foto bersama dengan civitas akademika dari perwakilan dari perguruan tinggi swasa yang hadir dalam acara ini. (Josay Pers)