Ekonomi Lesu, Mampukah Usaha Bertahan?
Oleh:
Prof. Dr. Ir. A. R. Adji Hoesodo, SH., MH., MBA., CPA., CLA., CIBTAC
The Great Lockdown and Impact
Krisis yang terjadi saat ini yang disebut dengan “the great lockdown” merupakan krisis yang sebelumnya tidak pernah terjadi di dunia. Bahkan dana moneter internasional (imf) menyebutkan, 100 negara sudah mengajukan permintaan dana talangan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia TW-1 2020 hanya sebesar 2,97% yang dipengaruhi tren penurunan konsumsi karena penerapan WFH dan Physical Distancing selama pandemi Covid-19.
Kontraksi ekonomi akan melumpuhkan sisi produksi dan mendorong peningkatan kemiskinan dan pengangguran.
Sektor Pariwisata
Memasuki tahun 2020, kondisi sektor pariwisata Indonesia dihadapkan kondisi yang sangat memprihatinkan akibat dampak Covid–19.
Sektor pariwisata dinilai sebagai salah satu media utama yang mampu memperbesar zona sebaran Covid – 19, baik secara domestik, regional, maupun global. Hal tersebut menyebabkan sektor pariwisata di dunia harus ditutup oleh pemerintah setempat.
JUMLAH wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia TW-1 turun hanya sejumlah 2,61 juta berkurang 34,9 persen dibandingkan tahun 2019 karena adanya larangan penerbangan antar negara yang diberlakukan sejak pertengahan februari.
Pada Maret 2020, jumlah wisman ke Indonesia turun 64,11% dibanding
Maret 2019, dan turun 45,50%, dibanding Februari 2020.
Pada Maret 2020, kunjungan wisman asal Tiongkok turun 97,46%, Hongkong 96,3% dan wisman asal Taiwan turun 86,44%.
Pada Januari–Maret 2020, jumlah kunjungan wisman turun 30,62%
dibading periode yang sama 2019. (Data BPS)
Menyikapi hal tersebut, arah kebijakan industri pariwisata perlu
mendapat penangan secara serius dan hati-hati agar kinerja tetap
terjaga.
Dampak Sektor Pariwisata Terhadap Perekonomian

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Maret 2020 rata-rata 32,24% atau turun 16,98 poin dibandingkan Februari 2020 yang mencapai sebesar 49,22%.
Jika dibandingkan dengan Maret 2019, tingkat hunian kamar hotel menurun 20,64 poin.
Penurunan TPK hotel klasifikasi bintang pada Maret 2020 dibanding Maret
2019 tercatat di seluruh provinsi, dengan penurunan tertinggi terjadi di
Provinsi Sulawesi Utara, sebesar 32,68 poin, diikuti Provinsi Bali 30,02
poin, dan Provinsi Kalimantan Tengah 26,92 poin, sedangkan penurunan
terendah tercatat di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu sebesar 1,96 poin.

1.266 hotel di seluruh Indonesia telah tutup sementara.
Sekitar 130.000 karyawan hotel terdampak.
(Data Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI, per 6 April 2020)
Pasca Covid–19 berakhir industri pariwisata nasional yang sebagin besar skala menengah kebawah kemungkinan akan kesulitan menggerakan kembali bisnisnya karena keterbatasan modal kerja akibat terhentinya operasi selama Covid–19.
Industri pariwisata telah dijadikan sebagai sektor pembangunan prioritas
untuk mendapatkan devisa. Bahkan Presiden Jokowi, menjadikan industri
pariwisata sebagai leading sector perekonomian bangsa.
Pelaku bisnis industri pariwisata memembutuhkan dana yang cukup besar untuk kembali memulai operasi bisnisnya secara normal.
Kebijakan pemerintah untuk membantu pelaku usaha dengan memberikan pengurangan pajak bagi hotel dan restoran dinilai masih belum cukup sehingga diperlukan dukungan modal tambahan untuk membangkitkan usaha pariwisata yang sudah vakum selama berberapa bulan.
Sektor Pertanian
╸ Petani dan nelayan termasuk sektor yang paling rentan dan sebagian besar yang terdampak merupakan petani serabutan dengan status buruh
tani/petani penggarap begitu juga nelayan.
╸ Harga jual hasil panen anjlok karena serangan hama dan distribusi hasil panen yang sempat terhambat karena adanya PSBB yang berlaku di beberapa kota.
╸ Hal tersebut membuat permintaan bahan pangan hasil petani berkurang akibat banyaknya hotel dan restoran atau usaha kuliner yang tutup sehingga tidak sedikit juga petani yang membuang hasil panennya.
Sektor Perbankan
Pandemi juga membuat terjadinya perlambatan likuiditas dan pelemahan dukungan sector perbankan terhadap sektor riil.
Tiga potensi risiko yang dihadapi perbankan:
╸ Meningkatnya risiko kredit
╸ Risiko pasar
╸ Risiko likuiditas (Menurut OJK)
Pertumbuhan kredit terjadi pada seluruh jenisnya yaitu kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi.
DAMPAK PADA UMKM
70% dari 571 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia menyatakan berhenti produksi akibat covid-19. (Survey Organisasi Perburuhan Internasional (ILO)
Penyebab Berhenti Produksi:
Penurunan pesanan selama pandemi Covid19.
63% UMKM menghentikan dan meminta karyawannya untuk cuti berbayar
atau tidak berbayar.
UMKM juga mengalami permasalahan kekurangan pasokan bahan baku, pengiriman produk jadi, dan penurunan permintaan konsumen.
Kondisi perekonomian bisa mulai pulih pada kuartal III dan kuartal IV dengan proyeksi antara 0,4% hingga 2,3%, seiring aktifnya perekonomian nasional karena penerapan new normal dan pelonggaran PSBB.
Penerapan new normal diharapkan dapat menyokong pertumbuhan ekonomi tersebut karena beroperasinya sektor industri, perekonomian dapat bergeliat kembali dan mengatrol pertumbuhan ekonomi.

