Tren Perubahan Teknologi Pengaruhi Sektor Transportasi
Tren perubahan teknologi tidak dipungkiri dapat memengaruhi sektor transportasi. Terutama yang berkaitan dengan keselamatan, konektivitas, integrasi, kapasitas transportasi, creative financing dalam pembiayaan
Infrastruktur, serta pengembangan transportasi yang berkelanjutan.
“Salah satu contoh nyata tantangan tersebut tercermin dalam kinerja logistik nasional. Berdasarkan Logistic Performance Indeks (LPI) 2018 yang dikeluarkan oleh World Bank, dalam hal kemudahan aktivitas logistik Indonesia menempati urutan ke-46 dari 160 negara di dunia,” jelas Menteri Perhubungan saat menjadi Keynote Speaker dalam Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK) di Jakarta, (27/11).
Untuk meningkatkan indeks ini, para pemangku kepentingan memerlukan peranan Badan Litbang untuk merumuskan perbaikan sistem logistik nasional.
Kata dia, dalam menjawab berbagai tantangan tersebut, perlu dilakukan optimasi lembaga Litbang sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal kepada kebijakan Kementerian.
“Dengan kata lain, Lembaga Litbang tidak hanya berperan sebagai supporting bodies, namun juga menjadi bagian dari proses bisnis pengambilan kebijakan di Kementerian,” ungkapnya.
Badan Litbang ditegaskan Menhub, harus menjadi thing tank Kementerian, sumber daya manusia (SDM) yang ditempatkan di Badan Litbang harus merupakan SDM terbaik.
Ke depan, Peran Badan Litbang Perhubungan harus menjadi lembaga yang memberikan rekomendasi rancangan kebijakan dan rekomendasi pemanfaatan hasil pengembangan teknologi di bidang transportasi, mengoordinasikan pelaksanaan pengkajian kebijakan di Kemenhub; melaksanakan pengkajian untuk menetapkan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang transportasi, serta melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang transportasi dan menyediakan data hasil kajian kebijakan.
“Untuk itu, saya minta Sekretaris Jenderal serta Badan Litbang Perhubungan untuk mengkaji redefined organisasi Badan Litbang guna penguatan dan optimasi organisasi Badan Litbang,” tutup Menhub.
Kerja Sama dengan Akademisi Lebih lanjut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) untuk meningkatkan kerja sama dengan akademisi.
“Mungkin untuk laboratorium kita serahkan BPPT, kita mengeluarkan policy saja, diantaranya bekerjasama dengan kampus-kampus,” tutur Menhub.
Balitbanghub bisa melakukan dengan lebih tajam dan mendasar. Misalnya saja terkait sektor transportasi darat dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Laut dengan Universitas Diponegoro, dan Udara bersama Universitas Indonesia.
Inovasi di berbagai moda dengan mengusung teknologi terkini sudah harus bisa dimulai Balitbanghub.
Paling tidak dalam setahun ini sudah bisa terlihat implementasinya. “Lakukan yang riil, tajam, dan membumi,” ungkap dia.
Menurutnya, Balitbanghub agar mampu merespon dinamika perkembangan dunia yang semakin cepat.
Dengan tren perubahan seperti Megatren Dunia 2045 dan revolusi industri 4.0, dimana industri global saat ini didominasi oleh penggunaan sistem teknologi informasi dan komunikasi.
Seperti diketahui, selama ini Balitbanghub telah melakukan berbagai penelitian dan pengembangan yang melibatkan akademisi untuk peningkatan dan pengembangan sistem transportasi..(*/hum)n
