Tinjauan Pemakaian Narkoba di Kalangan Remaja
Oleh
Dr.Ir.A.R.Adji Hoesodo,MD(H),SH,MH,MBA
Ketum Josay, Akademisi, Pengusaha, dan Alumni PPSA XXI Lemhannas RI
Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.
Adapun faktor penyebab lainnya:
1) Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
2) Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll.
3) Pengaruh intrapersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri,dll.
4) Cinta dan Hubungan Heteroseksual
5) Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua
6) Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama
Dalam kejadian sesungguhnya di lapangan oleh peneliti (Supardi, 1991). di temukan bahwa fakta-fakta sebagai berikut :
Karakteristik pasien Napza persentase terbesar berumur 16-25 tahun, belum menikah, pendidikan tamat SLTP atau SLTA, dan berstatus pelajar/mahasiswa .
Kategorisasi Abnormalitas PenyalahGuna Napza Berdasarkan PPDGJ
Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan alkohol
Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan oploida
Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan kanabinoida
Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan sedativa atau hipnotika
Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan kokain
Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan stimulansia lain termasuk kafein
Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan halusinogenika
Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan tembakau
Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan pelarut yang mudah menguap
Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat multipel dan penggunaan zat psikoaktif lainnya
Pentingnya Pendekatan Religiousitas dan Komunitas
Jika seseorang dekat dengan ajaran agamanya maka akan ditemukan kedamaian dalam hatinya. Iman yang kuat akan menjai daya tolak terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari luar sehingga remaja atau seseorang yang imannya kuat tidak mudah untuk tergoda memakai barang haram.
Remaja ingin menjadikan agama sebagai lapangan baru untuk membuktikan pribadinya. Remaja ingin beragama dengan landasan atau dasar yang kuat, mereka ingin beragama dengan kesadaran sendiri bukan karena ikut-ikutan.
Pendekatan Individual dan Komunitas, baik yang bersifat preventif maupun kuratif. Dan juga Jenis Intervensi Psikoreligiousitas untuk Penanganan Penyalah-guna Napza a. Terapi Psikoreligiousitas yang aplikatif bagi penyalah-guna/mantan penyalah-guna narkobaseperti Terapi Shalat, Dzikir, Hydrotherapy, Tadabbur Quran, Supportive Family, Modelling dan TC
Tinjauan ini diharapkan untuk kita dalam membantu Pemerentah dalam partisipasi memberantas penyalahgunaan Narkoba. Karena dengan konsep Proxy War maka Bangsa kita dilemahkan dengan hancurnya generasi muda kita melalui penyalahgunaan Narkoba di kalangan remaja.
( sumber : berbagai sumber dan literatur BNN )

