Peringatan Ulang Tahun ke-2 Forum Bisnis Jawa Tengah

Jakarta, 15 Januari 2024 — Forum Bisnis (Forbis) Jawa Tengah merayakan ulang tahun ke-2 dengan menggelar acara meriah di Gedung BPMP Jakarta pada hari Minggu, 15 Januari 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh para pengusaha, tokoh masyarakat, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Forbis Jawa Tengah, Dr. H. Slamet Sutrisno, yang dalam sambutannya menegaskan komitmen Forbis untuk terus mendorong penguatan ekosistem bisnis di Jawa Tengah, khususnya bagi UMKM. “Kita ingin UMKM Jawa Tengah naik kelas dan mampu bersaing di pasar global. Forbis siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan kapasitas dan akses pasar,” ujar Dr. H. Slamet Sutrisno.
Orasi Ilmiah Bisnis: UMKM Naik Kelas Melalui Pengembangan Ekspor
Agenda utama acara ini adalah orasi ilmiah bisnis yang disampaikan oleh Dewan Pembina Forbis Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. A.R. Adji Hoesodo, SH, MM, MBA. Dalam paparan ilmiahnya, Prof. Adji Hoesodo mengangkat tema “UMKM Naik Kelas dengan Mengembangkan Kegiatan Ekspor”. Orasi ini memaparkan strategi-strategi kunci yang perlu diadopsi oleh UMKM agar dapat masuk ke pasar ekspor.

Skema Bisnis Ekspor
Prof. Adji Hoesodo menjelaskan bahwa skema bisnis ekspor melibatkan beberapa tahapan kunci, yaitu:
- Identifikasi Produk Potensial: UMKM harus mengidentifikasi produk-produk yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Produk yang memiliki keunikan, kualitas tinggi, dan berbasis kearifan lokal cenderung diminati oleh pembeli asing.
- Legalitas dan Standar Produk: Produk ekspor harus memenuhi standar kualitas internasional serta memiliki sertifikasi yang dipersyaratkan oleh negara tujuan. Contohnya, sertifikasi HACCP untuk produk pangan atau sertifikat keberlanjutan (sustainability) untuk produk berbasis sumber daya alam.
- Pengelolaan Logistik dan Distribusi: Proses pengemasan, pengangkutan, dan pengurusan dokumen kepabeanan harus dikelola secara efektif agar barang dapat tiba di negara tujuan dengan kualitas yang terjaga.
- Penguatan Branding dan Promosi: Prof. Adji Hoesodo menekankan pentingnya membangun brand produk yang kuat agar memiliki daya tarik di pasar global. Digital marketing dan partisipasi dalam pameran dagang internasional dapat membantu UMKM memperkenalkan produknya ke pasar luar negeri.
Skema Pembayaran Ekspor
Dalam orasinya, Prof. Adji Hoesodo juga membahas skema pembayaran yang umum digunakan dalam kegiatan ekspor. Beberapa metode pembayaran yang dapat diterapkan oleh UMKM antara lain:
- Letter of Credit (L/C): Ini adalah metode pembayaran yang paling aman karena melibatkan bank sebagai pihak penjamin. Pembeli (buyer) di luar negeri akan membuka L/C melalui bank mereka, dan pembayaran hanya dilakukan jika syarat-syarat pengiriman dipenuhi.
- Cash in Advance: Metode ini mengharuskan pembeli melakukan pembayaran di muka sebelum barang dikirim. Cara ini menguntungkan eksportir, tetapi sulit diterapkan jika pembeli belum sepenuhnya percaya.
- Open Account: Pembayaran dilakukan setelah barang diterima pembeli. Meskipun risiko pembayarannya tinggi, metode ini umum digunakan oleh eksportir yang telah memiliki hubungan jangka panjang dengan pembeli.
- Documentary Collection: Metode ini memungkinkan pembayaran dilakukan setelah pembeli menerima dokumen pengiriman barang. Bank bertindak sebagai pengelola dokumen pengiriman dan memastikan pembayaran sebelum dokumen diserahkan ke pembeli.
Cara Mencari Buyer di Luar Negeri
Prof. Adji Hoesodo memberikan panduan praktis kepada UMKM tentang cara mencari pembeli (buyer) dari luar negeri. Berikut adalah strategi yang disarankan:
- Mengikuti Pameran Internasional: Partisipasi dalam pameran dagang internasional memungkinkan UMKM bertemu langsung dengan calon pembeli. Acara seperti Trade Expo Indonesia (TEI) atau pameran internasional di Jerman dan Dubai sering kali menjadi tempat bertemunya eksportir dan pembeli.
- Pemanfaatan Platform Digital: Menggunakan platform e-commerce global seperti Alibaba, Amazon, atau Etsy memungkinkan UMKM menjual produknya langsung ke pembeli internasional.
- Memanfaatkan Database Pembeli: Kementerian Perdagangan Indonesia memiliki direktori pembeli internasional yang dapat diakses oleh pelaku usaha. Forbis juga diharapkan dapat memberikan akses database ini kepada para anggotanya.
- Kerjasama dengan Perwakilan Dagang Indonesia (Atase Perdagangan): Atase perdagangan Indonesia di luar negeri bertugas mempromosikan produk-produk dari Indonesia. UMKM dapat mengajukan permohonan dukungan promosi kepada atase perdagangan.
- Networking dan Kemitraan: UMKM didorong untuk membangun relasi dengan perusahaan multinasional atau importir yang sudah memiliki jaringan distribusi global.
Pendampingan UMKM Menuju Ekspor
Sebagai penutup, Prof. Adji Hoesodo mengusulkan agar Forbis mengambil peran aktif dalam mendampingi masyarakat dalam menggiatkan kegiatan ekspor. “Forbis memiliki potensi besar untuk menjadi mitra pendamping bagi pelaku UMKM dalam proses ekspor. Kita dapat menyediakan pelatihan, konsultasi, dan dukungan akses ke pasar global,” tegasnya.
Langkah-langkah pendampingan yang disarankan oleh Prof. Adji Hoesodo meliputi:
- Pelatihan dan Edukasi: Forbis perlu mengadakan pelatihan reguler tentang ekspor, pengelolaan logistik, manajemen keuangan ekspor, dan negosiasi harga dengan pembeli asing.
- Pembuatan Pusat Informasi Ekspor: Forbis diharapkan dapat membangun pusat informasi ekspor yang memuat direktori pembeli, panduan ekspor, dan peluang pasar.
- Fasilitasi Sertifikasi dan Perizinan: Prof. Adji Hoesodo mendorong Forbis untuk memfasilitasi proses pengurusan sertifikasi internasional seperti ISO, HACCP, atau standar lingkungan yang diperlukan di negara tujuan ekspor.
- Pendanaan dan Pembiayaan: Usulan pembentukan skema pembiayaan berbasis kemitraan untuk mendukung pembiayaan ekspor juga menjadi sorotan dalam paparan tersebut.
Penutup
Peringatan ulang tahun ke-2 Forbis Jawa Tengah ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat peran UMKM Jawa Tengah di pasar global. Dengan orasi ilmiah bisnis dari Prof. Dr. Ir. A.R. Adji Hoesodo, SH, MM, MBA, diharapkan para pelaku usaha memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai proses ekspor. Usulan pendampingan dari Forbis diyakini akan mempercepat transformasi UMKM menuju skala global. Forbis berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis bagi UMKM dalam mewujudkan tujuan tersebut.

