Penelitian Sebagai Jalan Kebenaran Dalam Kebijaksanaan Universal

Metode adalah cara untuk mencapai kebenaran. Kebenaran adalah tujuan penyelidikan. Penelitian adalah interaksi dengan dunia, integrasi dan disintegrasi, analisis dan sintesis, penelitian itu sendiri, aliran kehidupan. Penemuan kebenaran mengungkapkan kepada kita efisiensi metode ini. Baik cara maupun penyidikannya adalah sarana, yang penting hasil penyidikan, yaitu kebenaran. Untuk mengetahui pentingnya kebenaran, mari kita lihat apa yang kita selidiki? Kami menyelidiki ketiadaan kebenaran, kami menyelidiki penyebab dari fakta atau fenomena yang tidak diketahui, kami menyelidiki inti permasalahan. Fakta yang tidak diketahui adalah titik awal penyelidikan. Fakta tersebut memiliki kebenaran spesifik yang perlu diketahui. Mengapa perlu mengetahui kebenaran spesifik suatu fakta? Kebenaran itu perlu diketahui secara pasti, demi keamanan hidup, oleh karena itu kebenaran adalah penopang kehidupan. Pengetahuan manusia muncul dari kebutuhan akan kepastian akan fakta tersebut. Dengan adanya pengetahuan terhadap fakta maka timbullah manipulasi terhadap fakta dan objek tersebut. Kemudian, dalam perjalanan evolusi, manipulasi objek memunculkan penciptaan instrumen. Evolusi instrumen melahirkan teknik, dan teknik melahirkan teknologi. Dengan demikian, pengetahuan dan instrumen tidak dapat dipisahkan. Manipulasi objek menjadi teknologi. Dan pengetahuan tentang benda-benda menjadi penemuan hukum-hukum. Dengan ditemukannya hukum, muncullah teknik. Tekniknya adalah manipulasi objek tingkat paling canggih melalui pengetahuan dan pengelolaan hukumnya. Semua teknologi didasarkan pada teknik dan semua teknik didasarkan pada hukum. Dan semua hukum berasal dari alam. Oleh karena itu, alam bukan hanya sumber kehidupan tetapi juga pengetahuan. Pengetahuan juga tunduk pada evolusi. Kecerdasan manusia telah berevolusi dari pengetahuan sederhana tentang realitas empiris ke pengetahuan dunia yang lebih dalam dan universal. Proses pengetahuan ini mempunyai tahapan mulai dari pengetahuan empiris ke pengetahuan ilmiah, dan dari pengetahuan ilmiah ke pengetahuan universal. Setiap tahap mempunyai sarana pengetahuannya masing-masing. Pengetahuan empiris berarti organ indera. Pengetahuan ilmiah didasarkan pada metode ilmiah yang menggabungkan teori ilmiah dengan eksperimen, alasan, dan pengalaman. Pengetahuan universal adalah melalui metode filosofis. Sebagaimana pengetahuan universal merupakan dasar dari pengetahuan ilmiah, metode filosofis juga merupakan dasar dari metode ilmiah.
Metode filosofis juga mengalami evolusi. Dalam proses evolusi metode ini, dan mengingat permasalahan kompleks yang dihadapi umat manusia, muncul kebutuhan untuk berinovasi dalam metode filosofis untuk memfasilitasi penelitian filosofis, ilmiah, dan empiris. Menanggapi kebutuhan umat manusia ini, muncullah metode filosofis Princonser. Metode Princonser bekerja dengan alasan universal, alasan ilmiah, dan alasan empiris. Integrasi metode dalam tiga tingkatan juga memungkinkan Anda untuk mengintegrasikan pengetahuan empiris, ilmiah, dan filosofis. Metode penelitian Princonser memiliki keunggulan sebagai berikut: Mengintegrasikan metode empiris, ilmiah, dan filosofis. Mengintegrasikan pengetahuan empiris, ilmiah dan filosofis. Ini diterapkan dalam penelitian empiris, ilmiah dan filosofis. Kecepatan dalam pemahaman dan penanganannya disebabkan oleh landasan teorinya. Kecepatan penerapan dan pengelolaannya ditentukan oleh kecepatan pemahamannya. Hal terpenting dalam metode Princonser adalah jaminan tercapainya hasil, yaitu kebenaran. Metode penelitian dimaksudkan untuk menemukan kebenaran, kebenaran dalam ilmu pengetahuan berdasarkan hukum ilmiah. Metode Princonser dirancang untuk menemukan hukum ilmiah. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia senantiasa melakukan penyelidikan pada tataran empiris. Pada tataran ilmiah, penelitian kami mengikuti metode eksperimen. Dengan metode eksperimen, hipotesis dikontraskan dengan fakta dan diperoleh penjelasan rasional atas fakta tersebut. Namun metode ilmiah ini tidak memiliki langkah selanjutnya, yaitu penemuan hukum. Untuk itu, dan karena implikasi sosialnya di dunia, maka perlu adanya inovasi metode penelitian dalam ilmu pengetahuan. Inovasi metode penelitian mengandung arti sebelumnya melakukan inovasi pada metode filosofis. Dengan demikian, metode penelitian Princonser merupakan metode filosofis, ilmiah, dan empiris. Dengan metode filosofis kita bisa menyelesaikan permasalahan global umat manusia. Dengan metode ilmiah kita dapat memecahkan batas-batas ilmu pengetahuan, atau permasalahan ilmu pengetahuan yang masih belum terselesaikan. Dan dengan metode empiris kita dapat menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, metode Princonser adalah jalan, kebenaran dan kehidupan.
Penulis dan alih bahasa
Prof. Dr. Ir. A. R. Adji Hoesodo, SH, MH, MBA
Ketua Umum Josay
Dosen Pasca Sarjana Perguruan Tinggi Dalam Negeri dan Luar Negeri
Alumni Lemhannas PPSA XXI RI

