Bisnis EkonomiGeneralNasionalPendidikan

OPTIMALISASI MANAJEMEN KETENAGAKERJAAN GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING EKONOMI DALAM RANGKA KETAHANAN NASIONAL

Oleh:

 Dr. Ir. A.R. ADJI HOESODO,  SH, MH, MBA

Ketum Josay, Akademisi, Pengusaha, & Alumni PPSA XXI Lemhannas RI

 

Peningkatan kapasitas dan kualitas suatu bangsa melalui pembangunan SDM yang unggul merupakan tugas bersama dalam menciptakan bangsa yang kuat dan Negara yang makmur. Melalui SDM yang unggul, tangguh dan berkualitas baik secara fisik dan mental akan berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, namun juga dalam mendukung pembangunan nasional dan Ketahanan Nasional.

Dalam kaitan ini, terdapat beberapa hal yang harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan kualitas SDM antara lain, pertama adalah sistem pendidikan yang baik dan bermutu. Untuk mencapai hal tersebut, maka diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Pemerintah dalam hal ini memiliki peran penting dalam penyelenggaran sistem pendidikan yang efektif dan efisien, berorientasikan pada penguasaan iptek, serta merata di seluruh pelosok tanah air.

Kedua adalah penguatan peran agama dalam kehidupan sosial bermasyarakat dalam rangka memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa (character building). Ketiga adalah peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai diklat, kompetensi, pembinaan dan lain-lain. Tenaga kerja profesional dan terampil sesuai tuntutan/kebutuhan pasar merupakan faktor keunggulan suatu bangsa dalam menghadapi persaingan global. Pemerintah memegang peranan penting dalam menyiapkan program-program strategis guna menghasilkan SDM berkualitas dan siap memasuki pasar kerja. Terakhir, adalah pembinaan dan pengembangan masyarakat terutama generasi muda. Sebagai penopang utama dalam roda pembangunan, pemberdayaan generasi muda diharapkan dapat menciptakan generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi. Karakteristik generasi muda seperti inilah yang diharapkan mampu berkonstribusi dan memenangkan persaingan global.

Mempertimbangkan peran strategis SDM bagi akselerasi pembangunan negara, maka diharapkan dapat mengambarkan kebijakan dan langkah strategis program kerja yang komperhensif untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global. Sinergi kebijakan antar pemangku kepentingan pada sektor terkait dan lintas sektor juga mutlak diperlukan guna menyatukan sumber daya dan potensi yang ada bagi percepatan pembangunan SDM Indonesia. Diharapkan ini akan menghasilkan berbagai terobosan dan solusi cerdas dalam rangka mempercepat realisasi penciptaan dan pengembangan SDM unggul Indonesia.

 

POTRET/ FAKTA-FAKTA

Menghadapi persaingan tenaga kerja dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia menghadapi rendahnya daya saing tenaga kerja atau talent deficit. Kualitas tenaga kerja Indonesia lebih banyak digunakan pada tenaga kerja bukan terampil. Selain itu, tenaga kerja dengan lulusan pendidikan tinggi jumlahnya juga masih sedikit.

Indonesia mengalami talent deficit sebanyak 9 juta orang. Dari total tenaga kerja, sebanyak 60% lulusan primary skill atau berpendidikan dasar hingga menengah Tenaga kerja terampil sangat dibutuhkan dalam  percaturan global

Selain produktivitas, rendahnya daya saing tenaga kerja Indonesia disebabkan tidak kuatnya sistem pendidikan dan pelatihan kerja. Padahal, sistem ini merupakan dasar untuk menciptakan daya saing.

Ketidakkuatnya sistem ini ditunjukkan pada kurikulum pendidikan dan pelatihan kita belum ada yang berbasis kompetensi. Selain itu, setiap sektor belum ada lembaga sertifikasinya

Salah satu negara ASEAN yang siap menghadapi persaingan tenaga kerja adalah Singapura. Singapura memiliki tenaga kerja terampil yang cukup banyak sehingga Singapura sangat surplus talent. Kalau kita tidak siap, maka Singapura akan masuk ke Indonesia

 

POKOK-POKOK PERSOALAN

Jika Indonesia mau memangkan persaingan ekonomi minimal ditingkat regional maka untuk  mencapai  semuanya  itu  dibutuhkan  juga  sumber daya manusia yang ahli dalam bidang-bidang tertentu, meningkatkan pendidikan, dan  memanfaatkan  sumber  daya  alam  yang  ada  sebaik-baiknya  sehingga meningkatkan  pengelolaan  produksi  bahan  baku  agar  masyarakat Indonesia memiliki standar kesejahteraan ekonomi yang memadai.

Tantangan  muncul  ketika  peluang  menghadirkan  berbagai  risiko  di dalamnya.  Tantangan  yang  harus  dihadapi  Indonesia  menghadapi  perdagangan bebas  tidak  hanya  berada  pada  permasalahan  domestik,  tetapi  di  dalam  lingkup internasional  khususnya  kawasan  Asia  Tenggara.  Kinerja  ekspor  menunjukkan Indonesia  berada  pada  peringkat  ke-4  di  kawasan  ASEAN  di  bawah  Singapura, Malaysia,  dan Thailand  di  akhir tahun  2008.  Di  samping  itu  kinerja  impor  juga tidak  menunjukkan  kekuatan  Indonesia  sebagai  negara  penghasil  bahan  baku dengan  berada  pada  peringkat  ke-3  di  bawah  Singapura  dan  Malaysia  di  tahun yang  sama.  Apabila  kondisi  daya  saing  tidak  segera  diperbaiki,  defisit  terhadap negara-negara  tersebut  akan  semakin  membesar  dan  menjadi  ancaman  yang sangat  serius  bagi  perekonomian  Indonesia.  Keadaan  ini  sebenarnya  bisa diperbaiki  dengan  memperbaiki  produk-produk  yang  akan  diproduksi.  Produkproduk  yang  diciptakan  oleh  negara-negara  ASEAN  selama  ini  menunjukkan kesamaan  yang  akan  berakibat  pada  persaingan  yang  cenderung  monoton. Indonesia harus secara teliti melihat  keadaan ini sebagai peluang atau tantangan, melihat negara ini memiliki sumber daya alam yang lebih dibandingkan negaranegara ASEAN lainnya.

 

POKOK-POKOK PEMECAHAN PERSOALAN

Bagi Indonesia, dengan jumlah populasi. Luas dan letak geografi terbesar di  ASEAN  harus menjadi aset agar Indonesia bisa menjadi pemain besar dalam kompetisi global minimal tingkat regional.

Strategi dan persiapan yang  selama ini telah dilakukan oleh para stake holder yang  ada  di  Indonesia  dalam  rangka  menghadapi  sistem  liberalisasi  yang diterapkan  oleh  ASEAN,  terutama  dalam  kerangka  integrasi  ekonomi  memang dirasakan masih kurang optimal. Namun hal tersebut memang dilandaskan isu –isu dalam negeri yang membutuhkan penanganan yang lebih intensif. Disamping itu seiring  perkembangan  waktu,  Indonesia  dengan  potensi  sumber  daya yang melimpah  telah  membawa  pergerakannya  ke  arah  yang  lebih  maju  lagi,  hal  ini dibuktikan  dengan  meningkatnya  pengakuan  internasional  terhadap  eksitensi Indonesia di jalur positif.

Menyongsong era kompetisi global ini.langkah-langkah yang harus di lakukan di antaranya :

1).  Pihak  pemerintah,  pemerintah  selaku  regulator  dapat  menciptakan  kebijakan yang bijak dan tepat  terutama kebijakan fiskal yang meringankan pengusaha dalam  negeri  serta  sanksi  yang  tegas  bila  terjadi  pelanggaran   terutam  yang dilakukan  oleh  negara  lain,  jika  kebijakan  yang  diambil  baik,  insyaAllah  meskipun  era kompetisi global ini  sarat  akan  liberalisasi  bisa  membawa  pada  arah kebaikan. Begitupula law enforcement tentang pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila yang mengacu pada UU no 13 tahun 2003.

2).  Pihak  swasta, salah satu variabel pemacu perekonomian,  agar dapat mematuhi dengan sangat segala kebijakan  pemerintah dan terima apa  pun sanksinya bila melanggar. Kebijakan  dan  sanksi  merupakan  intervensi  pemerintah  agar berjalan dengan baik sehingga rakyat menjadi lebih sejahtera.

3). Pihak  rakyat,  jadikan  era kompetisi global  ini  untuk  melakukan  pembenahan peningkatan  kualitas  Human  Development  Index(HDI)  dan  menjadi  rakyat yang memiliki pengetahuan, teknologi  dan berdaya saing tinggi  sehingga dapat diterima baik dalam negeri maupun luar negeri dan tidak menjadi pembantu di negeri sendiri.

 

  1. ALUR PIKIR

 

  

DAFTAR PUSTAKA

 Das Basu, Sanchita; Achieving The ASEAN Economic Community 2015

Triansyah  Djani  D.  2007.  ASEAN  Selayang  Pandang,  Jakarta:  Dir.  Jen. Kerjasama ASEAN Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

 

Media Internet:

http://www.bps.go.id

http://www.ditjenkpi.kemendag.go.id

http://www.kemenperin.go.id

Harahap, Reza , “ Daya Saing Tenaga Kerja Indonesia”. Diambil dari   http :// http://harahap-reza.blogspot.co.id/2015/02/   ( 21 Agustus 2017 )

Seminar dan diskusi DRPM UI13/8/2015 tentang “ Langkah Strategis Menuju Pembangunan SDM Indonesia “ diambil dari  www.ui.ac.id ( 21 Agustus 2017 )