Kontrak Jangka Panjang: Pelayaran Swasta Dapat Kepastian Usaha
Mendorong usaha nasional terus meningkat, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Wahju Satrio Utomo (Tommy) memiliki pemikiran jitu yang dapat menjadi inovasi dalam membangun prasarana
transportasi.
Dia menyebutkan, bahwa pada tahuntahun mendatang, Kemenhub tidak perlu lagi membangun sendiri prasarana pendukung seperti kapal atau bus.
“Biarkan saja investasi swasta yang membangun kapal misalnya. Caranya kita bangun kontrak jangka panjang. Dengan cara seperti itu maka bisa lima tahun kontraknya. Sekarang ini kontraknya setahun,” papar Tommy.
Mengapa demikian? Pertama pihak swasta merasa ada kepastian, punya pekerjaan selama lima tahun, dengan cara
pemerintah bayar setiap tahun.
Kedua, bisa dijadikan dasar mereka pinjam uang ke bank untuk bangun kapal. Dengan begitu, pemerintah tidak perlu lagi menggunakan APBN untuk membangun kapal.
“Dengan dibangun oleh swasta, dia akan sayang pada kapalnya, akan dipelihara dengan baik karena dia harus jaga
kapal itu 5 tahun, harus betul-betul bisa beroperasi dengan baik dan itu kan kapalnya sendiri,” ungkapnya.
Lima tahun kata dia merupakan patokan dasar aturannya, sehingga tidak lagi ‘merepotkan’ pemerintah. Saat ini, saban tahun Kemenhub harus mengaudit prasarana. Bila dilakukan dari awal maka hanya tinggal mengawasinya saja, tidak perlu mengecek detil karena itu inventaris swasta yang bisa dipastikan telah ada audit internal dan independen.
“Sekarang setiap tahun Itjen selalu disibukkan untuk meneliti item per item benar enggak itu dilakukan operator baik Pelni maupun swasta ya, kan? Benar enggak krunya segini? Betul enggak bahan bakarnya segini? Pusing, kan kita? Betul enggak dia permakaian segini? Wah itu hitungan teliti. Saya bilang itu kerjaan buang waktu seperti itu udah lungsum saja. Pokoknya dia melayani trek A ke B setahun harus 10 kali? Negara akan bayar sekian. Nah sekiannya itu kita hitung biaya operasi murni itu loh untuk biaya 10 kali ini berapa biaya operasi kapal ini,” urainya panjang lebar.
Pihak swasta juga akan leluasa mencari peluang yang menjadi keuntungan dia, sehingga penuh semangat dan lebih
profesional. Dia bisa memberikan pelayanan sekaligus memeroleh keuntungan, misalnya saja dari pemasangan iklan di area kapal dan lain sebagainya.
Intinya, ditambahkan Tommy, harus ada gebrakan-gebrakan yang maju ke depan. Jangan terus berpikir situasi seperti ini terua dan selalu bermasalah tiap tahun di ulang-ulang terus. (*/rs)n
