Bisnis EkonomiE CommercePendidikanSosial BudayaTravel

KEMENPAREKRAF/ BAPAREKRAF GELAR TALKSHOW: STRATEGI DAN TANTANGAN EKSPANSI BISNIS KULINER INDONESIA DI LUAR NEGERI

Jakarta, 28 Juni 2023 – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan MBN Consulting menggelar Talkshow dengan tema Inspirasi Ekspansi Bisnis Kuliner Indonesia di Luar Negeri secara online pada hari Selasa 27 Juni 2023, bersama para Narasumber dari kalangan Pengusaha dan Pakar Kuliner Indonesia

Talkshow tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Inkubasi (Pelatihan dan Pendampingan) dari Program Indonesian Restaurant Fundraising (IndoStar) yaitu sebuah platform Akses Pembiayaan pertama bagi pengembangan bisnis kuliner Indonesia di Luar Negeri, yang diinisiasi oleh Kemenparekraf dalam mendukung program nasional Indonesia Spice Up the World (ISUTW).

Dalam sambutannya, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf, Anggara Hayun Anujuprana mengatakan bahwa sesuai arahan Bapak Presiden Republik Indonesia dalam peluncuran Program Indonesia Spice Up the World pada tanggal 4 November 2021 yang lalu bahwa para pelaku usaha dapat menggarap potensi pasar yang peluangnya masih sangat besar dengan memperkuat etalase kuliner Indonesia di Luar Negeri. Kemenparekraf/Baparekraf melalui Direktorat Akses Pembiayaan telah berinisiasi untuk dapat memfasilitasi para pelaku usaha bisnis kuliner Indonesia di luar negeri serta mendukung program Indonesia Spice Up The World melalui program Indonesian Restaurant Fundraising (IndoStar). “Disadari bahwa akses pembiayaan merupakan salah satu hal yang krusial bagi kelangsungan bisnis kuliner Indonesia di luar negeri. Oleh karena itu melalui talkshow ini diharapkan agar peserta dapat memanfaatkan peluang yang ada dan terlibat aktif dalam program IndoStar ini. Dengan semangat kolaborasi dan upaya bersama, kita dapat mengangkat bisnis kuliner Indonesia di luar negeri ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” ujar Hayun.

Acara Talkshow tersebut diikuti oleh 50 peserta program IndoStar yang telah berhasil lolos kurasi, yaitu para diaspora pelaku usaha bisnis kuliner Indonesia yang berada di 24 negara dengan narasumber yang hadir diantaranya; Robert Manan (Chairman of Manan Foundation), Prof.Adji Hoesodo (President Director PT.Aji Caraka Optima), dan Afit Dwi Purwanto (Founder-CEO Holycow Group). “Rintangan terbesar adalah masih minimnya Branding makanan Indonesia sedangkan potensi masakan Indonesia begitu luas. Untuk jangka menegah dan Panjang pembukaan restoran Indonesia di Luar negeri terlihat sangat prospektif, karena branding nama Indonesia mengalami kemajuan khususnya di masa pemerintahan Bapak Jokowi saat ini. Nama Indonesia telah melambung tinggi dan menjadi salah satu negara dalam G20, bahkan kedepannya diprediksi ekonomi Indonesia akan masuk dalam 10 besar negara dunia, dan berharap melalui program Indonesia Spice Up The World (ISUTW) dapat mempercepat kuliner Indonesia yang mendunia” Ujar Robert Manan.

Selain itu, Prof.Adji Hoesodo dalam Talkshow ini berharap agar kuliner Indonesia bisa menjadi alat diplomasi politik yang positif, karena berbicara tentang kuliner bisa menjadi alat geopolitik yang kuat. “Dalam pengembangan bisnis kuliner Indonesia, tantangan bukan hanya di akses pembiayaan saja, melainkan bisa bersumber dari human capital. Jika organisasi kekulineran kita kuat, maka bisa mendukung dan mempercepat ekonomi negara kita di urutan ke- 4 di dunia dimasa mendatang, jadi diharapkan para pelaku usaha kuliner Indonesia bisa menjadi leader di depan terutama dalam skala internasional” tutur Prof. Adji. Di sisi lain Afit Dwi Purwanto memberikan motivasi dan semangat serta tips dan trik diantaranya ketika pelaku bisnis kuiner membuat franchise harus memperhatikan SOP yang Valid, dan menggunakan sosial media sebagai alat marketing yang efektif bagi pengembangan branding produk kuliner Indonesia di kancah internasional.

Ketua Pokja Pembiayaan Teknologi Finansial dan Program Indonesia Spice Up the World Kemenparekraf, Indriani D. Laratu dalam keterangannya mengatakan bahwa melalui kegiatan talkshow ini diharapkan para pelaku bisnis kuliner Indonesia bisa mendapatkan inspirasi dan wawasan yang lebih luas khususnya menghadapi tantangan dan menerapkan strategi pengembangan bisnis kuliner Indonesia di luar negeri. “Para peserta sangat antusias mengikuti acara ini, mereka mendapatkan insight dari para culinary expert seperti bagaimana strategi memasarkan sebuah produk yang efektif, dan diharapkan kedepan selain strategi mendapatkan akses pembiayaan, kami akan fasilitasi pemberian materi terkait bagaimana cara meng-create money, penerapan digitalisasi bisnis, mengaplikasikan financial engineering seperti menghitung Cost of Goods Sold (COGS) dalam sebuah perusahaan,” ujar Indriani.

Dalam beberapa tahun terakhir, citra kuliner Indonesia telah menarik perhatian dunia. Keunikan rasa serta berbagai macam rempah telah membawa kuliner Indonesia ke dalam sorotan global. Salah satunya adalah restoran lokal Indonesia, Warung Mak Beng yang berhasil menempati posisi ketiga sebagai resto legendaris dunia versi TasteAtlas. Apabila semua stakeholder baik dari pemerintah maupun private sector tetap konsisten dan fokus menjalankan dan mengkampanyekan program nasional Indonesia Spice Up The World (ISUTW), maka tidak mustahil akan mempercepat Indonesia masuk ke dalam urutan ke 5 besar negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.