Kabel Laut PLN di Tiga Gili NTB
“Tak Ganggu Lalu Lintas Kapal di Sekitarnya”
Penambahan dua kabel laut total sepanjang 9,4 kilometer sirkuit (kms) ditambah akan beroperasinya Gardu Induk Tanjung di Mataram, NTB dapat meningkatkan kapasitas daya listrik untuk Kawasan Tiga Gili dari 16 MW menjadi 36 MW.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomo loka di Mataram, Kamis (29/11/2018) mengatakan, dipasang dengan teknologi canggih, ramah lingkungan serta mendukung industruli pariwisata disana.
“Posisi kabel juga tidak akan mengganggu lalu lintas kapal nelayan dan kapal pariwisata bahari di kawasan Tiga
Gili ini,” sebut Rudi mantap.
Dengan begitu, menurut Rudi, manajemen PLN justru sangat mendukung program kunjungan pariwisata di Tiga
Gili dan NTB pada umumnya. “Kawasan Tiga Gili NTB diproyeksikan menjadi destinasi unggulan di masa depan,” jelas Rudi.
Menurutnya, pembangunan kabel laut tambahan untuk Kawasan Tiga Gili ini direncanakan selesai pada Desember
2018 dan akan beroperasi pada Januari 2019.
“Dengan kapasitas yang besar, investor tentu tidak akan lagi khawatir dengan ketersediaan listrik di Kawasan Tiga Gili.”
Dia menuturkan, selain untuk menambah kapasitas, penambahan kabel laut ini juga akan meningkatkan keandalan listrik di Kawasan Tiga Gili, Mataram dan NTB pada umumnya.
“Tiga gili kini menjadi destinasi utama, jangan sampai kalau nanti ada gangguan di satu kabel laut, tidak ada cadangannya.
Tambahan kabel laut yang kita pasang ini jadi back up, supaya listrik di Kawasan Tiga Gili tetap andal,” kilah Rudi.
Pembangunan kabel laut di Kawasan Tiga Gili juga telah mendapatkan izin-izin dari badan-badan terkait, baik di tingkat pusat maupun provinsi. Selain itu, papar Rudi, dari sisi keamanan, kabel laut yang dipasang telah dilapisi pengaman khusus dan ramah lingkungan.
Keberadaan kabel laut itu tidak akan mengganggu tumbuhnya terumbu karang, lantaran bahan pelindungnya telah
disesuaikan agar dapat menjadi tempat tumbuhnya terumbu karang.
“Listrik merupakan faktor penting dalam mendukung kemajuan pariwisata. Kawasan Tiga gili ini merupakan
destinasi favorit wisatawan. Kebutuhan listriknya terus meningkat, untuk antisipasi maka kita siapkan listriknya
dengan penambahan kabel laut,” terang General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka.
Ke depan, lanjut dia, diharapkan industri pariwisata di NTB makin baik. Jumlah turis meningkat, hotel dan restorant tumbuh. Sektor transportasi pun akan berkembang sejalan dengan kedatangan para turis ke Mataram dan NTB pada umumnya.
Data Dinas Pariwisata Provinsi NTB menunjukan bahwa angka pada tahun 2017 jumlah wisatawan berkunjung ke NTB telah mencapai 3,5 juta wisatawan. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2016 yang hanya sejumlah 3,2 juta
wisatawan.
“Kawasan Tiga Gili menjadi destinasi utama NTB, khususnya bagi wisatawan asing. Sementara pada tahun 2018, ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke NTB mencapai 4 juta wisatawan,” jelas Rudi.
Dikatakan, pertumbuhan beban listrik sejalan dengan pertumbuhan jumlah wisatawan. Pertumbuhan beban listrik,
khususnya di Kawasan Tiga Gili selalu meningkat dari tahun ke tahun.
“Pada tahun 2014 beban listrik di Kawasan Tiga Gili baru mencapai 2 Megawatt (MW), namun meningkat menjadi, 4,2 MW pada tahun 2016 dan 4,6 MW pada tahun 2017. Pada pertengahan tahun 2018, beban kembali meningkat menjadi 5 MW,” papar Rudi.
Tambah Dua Kabel Laut
Rudi juga menjelaskan, penambahan kapasitas listrik dilakukan dengan menambah dua buah kabel laut 20 kiloVolt
(kV) masing- masing sepanjang 4,7 kilometer sirkuit (kms) yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Kawasan
Tiga Gili.
Sebelumnya, PLN juga telah memasang dua buah kabel laut 20 kV untuk melistriki Kawasan Tiga Gili. Dengan
begitu, ada tambahan pasokan dan kendalan listrik ke daerah Mataram dan sekitarnya.
“Penambahan dua kabel total sepanjang 9,4 kilometer sirkuit (kms) ditambah akan beroperasinya Gardu Induk Tanjung dapat meningkatkan kapasitas daya listrik untuk Kawasan Tiga Gili dari 16 MW menjadi 36 MW,” tandas
Rudi.(*/rs)n

