Atlantis Josay Menjalankan Hutan Tanam Industri di kaki Gunung Salak
Pada Kamis, 3 November 2022 sudah dicanangkan penanaman pohon pertama oleh Ketua Umum Josay Prof. Dr. A.R. Adji Hoesodo, SH. MH. MBA sekaligus sebagai CEO dari Atlantis Josay dimana ada 42 perusahaan dibawah grup Atlantis yang dipimpinnya melakukan penanaman simbolis sebagai tanda dimulainya program ketahanan pangan industri untuk pembudidayaan serat dari kenaf untuk tujuan ekspor. Didampingi oleh Ketua Dewan Pembina Dr. Riana Susanti dan juga wakil dari Atlantis Josay Bpk. Irfan Harsono dari Atlantis Swarna Dewipa dan Dr. Karisa dari Atlantis Java Dwipa juga Geri Ginting dari Atlantis Harajoan Nusantara, sudah dilakukan penanaman pohon yang selanjutnya akan mulai dikerjakan dalam program penanaman hutan industri di kaki gunung salak.

Dalam kesempatan ini didampingi juga oleh Prof. Hakim sebagai pakar dari ahli biologi molekular yang bekerjasama dan membackup keilmuan pertanian dari penanaman sampai pengembangan kultur jaringan tanaman ini. Beliau juga mengatakan bahwa potensi dari budidaya ini sangat luas baik untuk ekspor maupun untuk kebutuhan lokal. Adapun fokus dari tanaman industri ini adalah untuk menciptakan serat-serat yang sangat dibutuhkan untuk berbagai macam kalangan industri di bidang industri, seperti industri otomotif, karung goni, busa, dll.

Prof. Dr. A.R Adji Hoesodo, SH. MH. MBA yang sebagai Ketua Umum Josay dan juga seorang akademisi pengajar pascasarjana di berbagai perguruan tinggi di Jakarta maupun di luar negeri sangat aktif untuk mendorong anak-anak perusahaan baik dari Atlantis Josay ini di berbagai macam area untuk program ketahanan pangan. Hari ini adalah salah satu wujud nyata dari Josay organisasi kemasyarakatan yang sangat aktif membuat suatu karya nyata untuk bangsa Indonesia dengan memberikan sumbangsih untuk memberdayakan UMKM dan anak perusahaan yang tergabung dalam Atlantis Josay. Dalam hal ini difokuskan kepada bidang agroindustri jadi untuk itu dari hulu sampai hilir sudah diciptakan satu model bisnis betapa budidaya kenaf ini sangat menjadi prioritas utama dalam kerangka kerja organisasi Josay tersebut. Melalui anak perusahaannya ini Atlantis Josay akan membuat berbagai macam industri dari hulu sampai hilir mengenai masalah budidaya ini dan aktif menjalin kerjasama dengan beberapa industri di luar negeri selain untuk alih teknologi juga dengan tujuan ekspor ini akan mendatangkan devisa yang bisa menguntungkan bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia.

Dan dalam kesempatan ini Ketum Josay yang Alumni Lemhannas PPSA XXI ini juga memberdayakan potensi disekitar ini juga sekaligus potensi dari masyarakat sekitar sini sehingga kehadiran dari dosen dalam budidaya ini manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat di sekitaran daerah Cigombong Kabupaten Bogor. Dalam hal ini juga team berniat untuk membuat suatu pusat pelatihan di sini mengenai masalah Entrepreneurship yang berhubungan dengan kewirausahaan di bidang agroindustri dan akan diajarkan beberapa materi-materi untuk masyarakat petani-petani di sini yaitu dengan tentang teknik budidaya, teknik pemasaran dan teknik manajemen pada umumnya sehingga masyarakat di sekitar sini juga punya pendapatan yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Pada hari ini juga selain dari tim pakar Institut Pertanian Bogor juga beberapa hadir tentang ahli tanah, ahli agronomi, biologi molekuler dan ahli ahli yang turut mendukung dalam jalannya program kerja ini. Untuk selanjutnya dalam kesempatan ini juga disampaikan bahwa program Atlantis Josay ini akan dikembangkan ke seluruh wilayah yang dalam waktu dekat ini wilayah yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pengembangan dan beberapa daerah yang ada di Indonesia. Dalam menghadapi krisis tahun 2023 yang sering didengungkan dan kita dengar dari sosial media Ketua Umum Josay yang Alumni Lemhannas PPSA XXI ini juga menyebutkan bahwa Indonesia tidak perlu khawatir dalam menghadapi krisis global ini, adapun yang didefinisikan krisis ini sering kita dengar bahwa ada krisis pangan ada krisis energi dan krisis keuangan global. Dalam penekanannya Ketum Josay juga menyatakan bahwa krisis pangan Insya Allah tidak akan terjadi di Indonesia karena Indonesia melimpah terhadap bahan pangan dan banyak ahli yang bisa menciptakan bahan pangan alternatif dimana luas lahan juga cukup untuk penduduk 271 juta orang di Indonesia dengan populasi sebesar itu Insya Allah kita tidak bakal krisis pangan kita punya bahan pangan karbohidrat di bidang pertanian dan karbohidrat dan bidang protein di bidang perikanan maupun peternakan di Indonesia sangat cukup. Adapun krisis energi yang sekarang sedang melanda di Eropa yaitu Jerman dan Belgia, dll. Insya Allah di Indonesia tidak akan krisis karena Josay juga sudah memikirkan tentang antisipasi krisis energi ini yaitu dengan membuat energi terbarukan dari tanaman-tanaman khusus yang lagi dibudidayakan dan direset di kultur jaringan sendiri dan itu dipegadaikan, untuk itu energi terbarukan ini sebagai pengganti bahan bakar fosil sudah dipikirkan. Jika ini menjadi suatu masalah yang nanti bakal terjadi Insyaallah Indonesia sudah sangat siap, untuk itu makanya Josay melalui anak perusahaan yang tergabung dalam Atlantis Josay juga akan membuat suatu pusat pelatihan di daerah kaki gunung salak ini terkait kepemimpinan dan kewirausahaan dalam bidang hal-hal yang ada kaitannya dengan hal-hal tersebut di atas. Itulah pesan singkat dari Ketum Josay. Dimana kita harus tetap optimis tetap solid menghadapi suatu guncangan global yang bakal terjadi dan Josay akan selalu memberikan karya terbaik buat bangsa dan negeri yang tercinta ini. Salam sukses selalu.

