Agenda JosayBisnis EkonomiDigitalE CommerceInternasionalNasionalNews JOSAYPendidikanSosial BudayaTeknologi

Acara World Cyber Security Summit 2023

Pada 14-15 Maret 2023, Ketua Umum Josay Prof. Dr. A.R. Adji Hoesodo, SH, MH, MBA, Ketua Dewan Pembina Josay Dr. Riana Susanti, beserta Anggota Josay Karisa Zeisha Sahela dan M. Irfan H. menghadiri acara World Cyber Security Summit 2023 di JW Marriot Hotel Jakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh perusahaan-perusahaan keamanan siber dari berbagai negara, diantaranya Blackberry Cybersecurity, SentinelOne, Sonatype, GuardRails, F5, Gatewatcher, senhasegura, AppSealing, CloudSEK, CDNetworks, Recorded Future, CSC, Orca Security, Skyflow, Stellar Cyber, dan L7 Defense.

Dalam presentasinya, Senior Security Engineer SentinelOne menyampaikan saat ini sebagian penyedia jasa masih mengumpulkan/mengkonsentrasikan data dan pengamanannnya secara terpisah, seperti end point memiliki pengamanan sendiri, lalu email security memiliki pengamanan sendiri. Sementara keamanan di masa depan akan tergantung pada marketplace data yang dikombinasikan dengan data serangan yang telah dimiliki. Kemudian terdapat platfrom yang dapat secara otomatis menangani serangan yang akan muncul.

Selain itu, Director Sales Engineering APJ Blackberry Cybersecurity menyampaikan berdasarkan penelitian dari Blackberry Security, aktor ancaman siber yang paling aktif, diantaranya TA505, ALPHV, APT32, APT29 (the Dukes), MustangPanda, dan TA542. Adapun perkiraan ancaman siber 2023, seperti operasi ransomware menargetkan rumah sakit dan organisasi kesehatan, serangan siber terhadap sektor vital, penggunaan ChatGPT untuk mendukung serangan siber, serangan mobile spyware, serangan siber terhadap sistem Linux, serta serangan siber menargetkan infrastruktur cloud pada setiap industri.

Sales Engineer Gatewatcher menyampaikan sebagian besar malware mengeksekusi serangan yang merusak dengan cepat, namun APT cenderung mengambil pendekatan yang berbeda, lebih strategis, dan diam-diam. Penyerang masuk menggunakan malware tradisional, seperti trojan atau phishing, namun mereka menutupi jejak saat mereka diam-diam lebih banyak lagi dan menanam perangkat lunak penyerang di seluruh jaringan.

Sales Head senhasegura menyampaikan pada masa mendatang, tren teknologi siber akan beralih pada Zero Trust. Zero Trust merupakan keamanan siber untuk memverifikasi setiap pengguna, memvalidasi setiap perangkat, dan secara cerdas membatasi akses.