Ketum Jokowi Cyber (JoSay) : Tingkatkan PadNas untuk Cegah Disintegrasi Bangsa
Dr Adji. yang juga sebagai akademisi dan pengajar Pasca Sarjana di beberapa perguruan tinggi di Jakarta dan gurubesar di Malaysia menyoroti tentang gejala gejala radikalisme dan isu-isu terorisme yg muncul pasca reformasi dimana pada era orde baru memang tidak seramai era reformasi ini. Hal ini di karenakan bahwa di era reformasi ini kebebasan orang menyampaikan pendapat lebih bebas dan ditunjang dengan kemajuan internet dan soal media maka perilaku masyarakat juga berubah.
Seperti yang dilansir beberapa lembaga penelitian bahwa masyarakat terhadap toleransi kemasyarakatan juga semakin rendah semangat gotong royong juga sudah luntur dari kehidupan sehari-hari bangsa indonesia. Sehingga masyarakat mudah sekali marah dan tersinggung. Demikian Dr Adji menuturkan hasil pengamatannya selama ini.
Setidaknya ada dua hal yang sangat menjadi pemikiran kenapa radikalisme dan terorisme muncul di Indonesia. Pertama masalah ekonomi dimana beberapa kalangan masyaràkat media frustasi dengan kehidupan yang sangat kekurangan dan menimbulkan frustasi yang berkepanjangan dan memicu sifat sensitive reaktif negatif kepada lingkungan sekitar. Dan akan berkembang kepada faktor pemicu kedua yaitu faktor politik dimana ketidak percayaan terhadap pemerintah yang sah karena dianggap tidak mampu menyelesaikan permasalahan ini.
Disinilah titik balik pemikiran terorisme ini berkembang seiring berkembangnya globalisasi di segala bidang. Mereka berpikiran untuk mengganti ideologi yang ada karena tidak mampu mengatasi masalah keadilan ini.
Dr Adji juga menyoroti banyak fonomena terorisme ini berhubungan dengan politik luar negeri Amerika serikat.
Dialog national yang di adakan oleh LPRI ini sangat antusias sekali diikuti kader-kader terbaik LPRI dan masyarakat umum dan undangan khusus. Dr. Adji yang juga sebagai asisten Deputi IKAL Lemhannas PPSA 21 ini menyerukan agar semua kader JoSay dan LPRI utk bersatu mencegah disintegrasi bangsa melalui pencerahan radikalisme dan terorisme dengan menjadi agen padnas yang militan bagi bangsa Indonesia dan keutuhan NKRI.
SA.
