Tren Perubahan Teknologi Pengaruhi Sektor Transportasi
Tren perubahan teknologi tidak dipungkiri dapat memengaruhi sektor transportasi. Terutama yang berkaitan dengan keselamatan, konektivitas, integrasi, kapasitas transportasi, creative financing dalam pembiayaan
Infrastruktur, serta pengembangan transportasi yang berkelanjutan.
“Salah satu contoh nyata tantangan tersebut tercermin dalam kinerja logistik nasional. Berdasarkan Logistic Performance Indeks (LPI) 2018 yang dikeluarkan oleh World Bank, dalam hal kemudahan aktivitas logistik
Indonesia menempati urutan ke-46 dari 160 negara di dunia,” jelas Menteri Perhubungan saat menjadi Keynote Speaker dalam Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK) di Jakarta, belum lama ini.
Untuk meningkatkan indeks ini, para pemangku kepentingan memerlukan peranan Badan Litbang untuk merumuskan perbaikan sistem logistik nasional.
Kata dia, dalam menjawab berbagai tantangan tersebut, perlu dilakukan optimasi lembaga Litbang sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal kepada kebijakan Kementerian. “Dengan kata lain, Lembaga Litbang tidak hanya berperan sebagai supporting bodies, namun juga menjadi bagian dari proses bisnis pengambilan kebijakan di Kementerian,” ungkapnya.
Badan Litbang ditegaskan Menhub, harus menjadi thing tank Kementerian, sumber daya manusia (SDM) yang ditempatkan di Badan Litbang harus merupakan SDM terbaik.
Ke depan, Peran Badan Litbang Perhubungan harus menjadi lembaga yang memberikan rekomendasi rancangan kebijakan dan rekomendasi pemanfaatan hasil pengembangan teknologi di bidang transportasi, mengoordinasikan pelaksanaan pengkajian kebijakan di Kemenhub; melaksanakan pengkajian untuk menetapkan norma, standar,
prosedur, dan kriteria di bidang transportasi, serta melaksanakan evaluasi kebijakan di bidang transportasi dan menyediakan data hasil kajian kebijakan.(*/rs)n

