Tim Josay Berpartisipasi dalam Acara Pengabdian Masyarakat di Desa Cikeretek, Kabupaten Bogor

Pada Tanggal  1 Maret 2020, Hari Minggu tepatnya. Tim Josay mengisi acara Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


Acara ini merupakan kolaborasi antara IPWI dan PIPP. Dimana acara ini merupakan acara tentang  Topik Kewirausahaan untuk Seluruh Kepala Sekolah SD se Kabupaten Bogor. Didepan 60 an Audiens  yang berlokasi di Kantor Pusat PIPP ( Pendidik Indonesia Pelopor Perubahan ) di desa  CiKeretek, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tim Josay yang mengisi dan Hadir dalam acara ini adalah Ketum Josay dan dua Dewan Penasehat Josay  yaitu Bapak Dr. Can Taufik Alwi dan Bapak Leo Sugoto, SE,MM.

Walaupun hujan lebat acara pengabdian masyarakat ini berlangsung  meriah. Dalam Acara ini Dewan Penasehat Josay, Dr. Can. Taufik Alwi memberikan sambutan sekaligus paparan yang sangat bagus sekali mengenai bagaimana membuat Institusi Pendidikan Dasar harus melek dan membuat skema dalam mengantisipasi perubahan jaman di era Revolusi Industri 4.0.

Dalam Era ini para pengelola Institusi Pendidikan harus mempetakan situasi diluar organisasi dengan mengatur pola-pola perubahan berazaskan ilmu manajemen modern. Dalam memenangkan persaingan perlu dibekali ilmu pemasaran modern untuk menangkap peluang dan keunggulan di masa depan bagi sekolah yang dikelolanya.

Ketum Josay, Prof. Dr. Ir. A.R. Adji Hoesodo  yang tampil menjadi pembicara kedua mengangkat Tema tentang Inovasi Pendidikan Kewirausahaan. Dalam Judul paparan yang di sampaikan ini Ketum Josay ini adalah tentang pentingnya inovasi disegala bidang mulai dari cara mengajar, prasarana, obyek pembelajaran, media dan beberapa perubahan milenial yang segera harus disesuaikan  untuk membentuk peradaban yang unggul bagi masyarakat Indonesia di masa depan. 

Dijelaskan bahwa Indonesia perlu menciptakan banyak inovator agar bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang Unggul dimasa depan. Dijelaskan mengenai ciri-ciri dan bagaimana membentuk nya yaitu dengan menunbuhkan iklim da ekologi yang mendukung kreatifitas mara murid.

Disampaikan juga oleh Ketum Josay ini, bahwa masa depan adalah bukan masalah persaingan tentang ilmu pengetahuan tapi persaingan tentang kreatifitas, imajinasi, pembelajaran dan kebebasan berfikir. Dan tidak kalah penting juga ditekankan bahwa kemenangan suatu negara ditentukan juga masalah kecepatan. Kecepatan dalm mengantisipasi segala sesuatu yang cepat berubah dan mengeksekusi dalam strategi yang hebat.

Dalam akhir paparan Ketum Josay, menyebutkan bahwa ada 10 perubahan dalam pola pengembangan skill atau keahlian . 10 new skill ini adalah complex problem solving,  critical thinking, creativity, people management, coordinating, emotional intelligent, system skill,  service orientation,  negotiation dan cognitive ability.

Demikian laporan kegiatan pengabdian Masyarakat diwilayah desa Cikeretek, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ( JosayPers )