MEMBANGUN KARAKTER KEBANGSAAN BAGI REMAJA DI ERA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI CYBER

Oleh : Edy Yulianto, Skom, SE

Wakil Ketua umum 2 Josay

 

Kenapa nilai nilai Kebangsaan harus tetap dijaga?

Negara kita Indonesia adalah negara yang terdiri dari kepulauan. Sangat rentan terhadap pengaruh kebudayaan asing yang dapat mempegaruhi sosial dan budaya timur.  Menanamkan nilai kebangsaan sangat penting bagi generasi muda.  NKRI harga mati adalah semboyan yang dapat menumbuhkan jiwa kebangsaan.  Berkembangnya ilmu teknologi yang sangat pesat menjadi pilihan generasi muda untuk berkontraksi berinteraksi dengan dunia luar.  Internet adalah jaringan luas tanpa batas.  Pengaruhnya terhadap prilaku gaya hidup di masyarakat sangat kuat.  Dan usia remaja adalah masa transisi dalam membangun karakter.  Segala informasi yang di akses melalui internet sangatlah rawan jika tidak diarahkan. Banyak informasi yang dapat mempengaruhi perkembangan pshykologis generasi muda.  Hal ini dapat mempengaruhi lunturnya nilai nilai kebangsaan jika para pengguna Internet termakan oleh issue yang dapat melunturkan rasa kebangsaan.  Menelan mentah issue atau berita Hoax yang berkembang  dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Fenomena yang terjadi banyaknya remaja pengguna internet mengunggah artikel,  video menghujad Presiden bangsanya sendiri tanpa memperhatikan norma dan etika budaya timur.  Hal ini sangat memprihatinkan dan mengkawatirkam bagi perkembangan kejiwaan generasi muda indonesia. Apa yang harus dilakukan adalah membangun karakter kebangsaan bagi remaja melalui FGD josay,  seminar josay dan workshop melalui off line dan on line. Perkembangan teknologi sangatlah mempengaruhi gaya hidup di masyarakat.  Teknologi HP merupakan alat komunikasi dan informasi yang sangat membumi. Setiap rumah tangga mempunyai fasilitas HP . Artinya HP menjadi alat yang dianggap penting dalam kebutuhan sehari hari.  Jadi masyarakat sudah memposisikan teknologi sebagai kebutuhan Primer bukan sekunder lagi.

Langkah Pemerintah untuk mengantisipasi degradasi moral  dan lunturnya nilai kebangsaan harus menanamkan kembali kurikulum sekolah dengan meninjau ulang pentingnya pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) di galakkan lagi.  Menghilangkan mata pelajaran pendidikan moral sangatlah tidak tepat.  Apapun alasanya penanaman pembentukan karakter kebangsaan bagi usia dini sangat penting untuk menjunjung tinggi tanah air Indonesia.  Akan sangat berat jika karakter generasi penerus bangsa tidak di bekali pendidikan Moral.  Yang dikawatirkan terjadinya mental dan spirutual anak bangsa tidak tertanamkan dan berakibat tidak percaya sama pemimpin bangsanya sendiri.