Josay Menghadiri Forum Ilmiah di Malaysia

Bertempat di Auditorium Lincoln University College Malaysia , Senin tanggal 5 Agustus 2019 Tourism. Josay yang diwakili oleh Prof.Dr.A.R.Adji Hoesodo( Ketum Josay ), Dr.Riana Susanti( Ketua Dewan Pembina ) dan Dr. Agus Sudigdo ( Dewan Penasehat Josay ). Di adakan Presentasi Ilmiah Internasional mengenai Halal Tourism.

Hadir dalam Acara  ini para Guru Besar  dan Faculty member Lincoln University College , Malaysia.  Hadir juga beberapa kalangan akademisi dari Australia dan beberapa pihak akademisi Luar.

Dalam hal ini pembicara Ilmiah sekaligus memaparkan hasil penilitian ini  adalah Dr.Agus Sudigdo yang tidak lain adalah Dewan Penasehat Josay Institute dengan Judul  Penelitian Ilmiah Internasional sebagai berikut :

The Impact Of Islamic Attribute Of Destination And Security Guarantee On Decision To Visit Jakarta

Among Saudi Arabian :

Tourism Destination Image as Mediation Variable

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel independen, yaitu atribut tujuan Islam (fasilitas ibadah, makanan halal / halal, moralitas Islam umum), dan jaminan keamanan pada keputusan untuk mengunjungi Jakarta di antara Arab Saudi melalui citra destinasi wisata sebagai variabel mediasi. Data penelitian ini didasarkan pada 200 responden yang telah mengambil kuesioner yang dicetak, dan mereka yang telah mengunjungi Jakarta. Metode sampling Slovin telah digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan jumlah sampel yang mewakili populasi. Metode analisis yang digunakan adalah SEM melalui perangkat lunak AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari atribut tujuan Islam (fasilitas ibadah, kehalalan / makanan halal, moralitas Islam umum) dan jaminan keamanan pada keputusan untuk mengunjungi Jakarta dengan citra tujuan wisata sebagai mediator. Sebagai kesimpulan, pemerintah harus mewajibkan semua pemilik / pengelola bangunan untuk menyediakan ruang bagi umat Islam untuk beribadah, tempat ibadah ini harus tersedia di tempat hiburan, mal, hotel, bandara, stasiun, ruang publik, dan sebagainya. Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus lebih agresif dalam mengawasi makanan dan minuman yang ditemukan di pasar. Penelitian ini tentu memiliki beberapa keterbatasan, oleh karena itu penelitian lebih lanjut sangat dianjurkan untuk melakukan survei atau penelitian di kota-kota lain, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. Lebih lanjut, pendekatan kualitatif dan penelitian dengan pendekatan longitudinal juga dapat dilakukan bagi para peneliti di masa depan untuk melihat perbedaan dalam hasil penelitian ini. Akhirnya, peneliti lebih lanjut disarankan untuk menganalisis variabel lain di luar model penelitian ini seperti loyalitas tujuan dan variabel kepuasan tujuan.

Acara yang berlangsung lancar dan sangat baik ini diakhiri foto bersama dan diskusi internasional. ( JosayPers )