Josay Hadir di Sewindu Himpunan Pengusaha Nahdliyin


Dengan mengangkat tema Sinergi Sumber Daya Komunitas dengan Keunggulan Teknologi Digital Menggalang Arus Baru Ekonomi Indonesia, acara berlangsung sangat lancar di hadiri pengurus HPN diseluruh Indonesia.

Acara yang berlangsung  Minggu, beberapa waktu lalu bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta ini di hadiri jajaran Pengurus DPN JOSAY  yaitu Ketum Josay Prof Dr.A.R.Adji Hoesodo, Prof Dr Bambang Suryanto, Ketua Dewan Penasehat Josay dan Dr.Didik Supriyanto, Dewan  Penasehat Khusus Josay, dimana ketiganya juga merupakan Kader dan Pengurus HPN.

Setelah melalui proses yang cukup panjang selama hampir satu bulan, Panitia Inti Peringatan Sewindu Hari Lahir Himpunan Pengusaha Nahdliyin akhirnya terbentuk Jumat (14/6) kemarin. Sebagai Ketua Panitia Harlah secara mutlak dipilih Bpk. H. Abdul Basith Baedlowi. Basith bersedia menjadi Ketua Panitia Harlah setelah melalui pertimbangan yang dalam.

Demi HPN H. Basith siap menerima amanah ini dimana H. Basith adalah seorang pengusaha garmen yang cukup sukses di Cirebon.

Menurut Basith, setelah mendapatkan masukan maka diputuskan untuk Harlah Sewindu kali ini mengusung Tema: “Sewindu Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN): Sinergi Sumber Daya Komunitas dengan Keunggulan Teknologi Digital Menggalang Arus Baru Ekonomi Indonesia”. Tema ini menurut dia pas dengan kondisi kekinian dari ekonomi di Indonesia yang kini sedang marak dengan Teknologi Digital termasuk dengan Fintech dan kebetulan nantinya pada saat acara tersebut akan di Launching aplikasi Greenpages sebuah aplikasi Mobile Business Portal.

Ada lima agenda besar yang diusung dan Basith berharap dapat bekerjasama dengan pihak pihak terkait karena kegiatan harlah kali ini membutuhkan dana yang lumayan besar. Basith berharap semua kegiatan yang dirancang dapat memberikan manfaat dan peluang bagi pihak sponsor. 

Dalam acara ini wakil dari Josay aktif dalam memberikan masukan yang di gelar dalam acara panel. Salah satunya perlunya di pikirkan teknologi keuangan yang inklusif dalam integrasinya diruang sisi Geografi NKRI yang mana pemerataan kesehteraan dan pendapatan yang tidak merata. Jika dilihat negara kita adalah Negara kepulauan dimana banyak pulau yang tidak bisa mengakses Lembaga Keuangan sehingga pengusaha kecil dan mikro sulit untuk melakukan pengembangan bisnisnya. Juga jauhnya wilayah geografis diperlukan strategi pemasaran digital yang perlu di rancang sehingga bisa menjangkau wilayah pemasaran yang luas demi tumbuhnya bisnis di luar Jawa. Demikian masukan dari Ketum Josay yang kader NU ini. ( JosayPers )