CORONA DAN PERANG DUNIA KE-3: Apakah Kutukan Tuhan?

Oleh: Farid Subkhan (FS)
Dewan Pakar Josay,
CEO Citiasia Inc. & Dosen Perbanas Institute Jakarta_

Dalam tulisan saya sebelumnya, COVID-19 bisa jadi merupakan kelanjutan dari Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2 untuk menunjukkan dominasi dunia. Dipicu oleh perang dagang yang tidak terkendali karena ego besar dua negara adikuasa.

Hari ini semua orang menebak-nebak. Apa sebenarnya yang terjadi di dunia ini? Apa mungkin dua hipotesis sebelumnya terjadi? Bahkan ada yang mengkaitkan ini dengan kutukan Tuhan atau dekatnya dengan hari akhir.

Bagi saya terlalu jauh kalau dikaitkan dengan hal tersebut. Kita juga bukan Tuhan. Nggak usah terlalu jauh-lah…

Hipotesis 3, COVID-19 merupakan wabah alamiah seperti sebelum-sebelumnya. Kita mengenal berbagai penyakit yang disebut sebagai wabah atau pagebluk pada setiap periode musim tertentu.

Ada yang meyakini setiap 100 tahun pasti ada wabah seperti itu. Dalam sejarah kita mengenal wabah kolera, influenza, TBC, Malaria, ebola dan lain-lain.

Di jaman Umar Bin Khattab, pada waktu wabah kolera menyerang Syam (Syria), Gubernur Syam Abu Ubaidah, pengganti, dan para sahabat Umar juga meninggal karena wabah kolera tersebut. Diantaranya Muadz Bin Jabal, Suhail Bin Amr dan lain-lain.

Baru setelah Umar menunjuk Amru Bin Ash – panglima perang Umar yang paling moncer di kala itu untuk memimpin Syam. Akhirnya wabah kolera dapat dikendalikan.

Pada umumnya wabah baik karena bakteri maupun virus yang terjadi sebelumnya terjadi karena perilaku hidup yang kurang sehat.

Wajarkah di negara-negara maju seperti AS, Italy, Inggris, Jerman, Spanyol, Jepang, Korea Selatan, Singapura menjadi tempat penyebaran virus yang mematikan ini secara alamiah? Wuhan juga bukan daerah yang super jorok seperti yang dibayangkan orang yang belum pernah kesana.

Dalam agama yang saya anut, saya menemukan surah 15:21. Tuhan bersabda “Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.”

Amat mustahil Tuhan memberikan bencana atau takdir yang berlebihan, melebihi batas ukuran. Tuhan tidak sebodoh itu. Tuhan amatlah cermat.
Gempa bumi & tsunami saja tidak akan dilakukan oleh Tuhan sekaligus di semua titik. Semua sudah didesain dengan sempurna menuju sebuah ekuilibrium alam yang baru.

Saya cenderung meyakini ini adalah ulah manusia. Karena manusialah yang punya sifat bodoh, tidak presisi, ceroboh, salah, terkadang tidak punya sifat kemanusiaan. Apalagi sifat rahmatal lil-alamin.

Jadi saya bertanya-tanya. Apakah ini mungkin wujud Perang Dunia Ke-3? Yuk kita siap-siap semua, saling bahu membahu dan jangan saling menyalahkan. _Common enemy_atau musuh bersama kita sekarang hanya satu hari ini. Corona atau COVID-19. Anggap saja ini seperti Walondo atau Jepang-nya di masa Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2.

Janganlah Pak Dirman, Bung Karno atau Bung Tomo disalah-salahin. Nanti sumpeg dan salah terus ambil strategi dan keputusan.

Ya kalaupun salah harus tetep kita kita dukung. Itu adab antara pemimpin dan yang dipimpin. Lha wong bukan Tuhan. Wajar karena manusia tempat salah dan luput… Masak sekarang kita mau salahin Jokowi, Anies, Emil, Ganjar, Khofifah?

Ayolah kita berjuang layaknya pahlawan di PD-1 dan PD-2. Bukan mengangkat bambu runcing. Tapi ikuti pemimpinmu. Kalaupun salah instruksinya, pasti pemimpin akan mengambil langkah benar berikutnya.

Lupakan dulu politik wahai para anggota legislatif. Kesehatan dan perut rakyat hari ini jauh lebih penting untuk diselamatkan.

Kalau kebijakanmu tulus, semua pasti akan ada di belakangmu wahai pemimpinku. Jika salah segera perbaiki. Anggap saja ini sudah masuk Perang Dunia Ke-3. Pemimpin dan rakyat berjuang bersama-sama.
Situasi sedang darurat. Jangan takut melakukan hal-hal yang darurat. (12 April 2020)