Anak Perusahaan Pelindo Bersinergi Tingkatkan Pelayanan

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC melalui dua anak perusahaannya bersinergi dengan empat anak dan cucu
perusahaan Pelindo III serta satu anak perusahaan Pelindo IV di bidang kepelabuhanan.

Sinergi itu melibatkan anak perusahaan Pelindo II yakni PT Multi Terminal Indonesia dan PT Jasa Peralatan
Pelabuhan Indonesia, anak dan cucu perusahaan Pelindo III yakni PT Berkah Multi Cargo, PT Terminal Petikemas Surabaya, PT Berkah Industri Mesin Angkat dan PT Berlian Jasa Terminal. Adapun anak perusahaan Pelindo IV diwakili PT Equiport Inti Indonesia.

Ketiga BUMN kepelabuhanan tersebut sepakat melakukan kerja sama dan pengembangan jasa layanan yang saling menguntungkan terkait dengan dengan bisnis kepelabuhanan dan pendukungnya. Kerja sama difokuskan untuk meningkatkan operasional pelayanan, serta optimalisasi pengelolaan aset dan utilisasi peralatan pelabuhan.

Perjanjian kerja sama ditandatangani di sela-sela Rapat Koordinasi Terbatas Pelindo I, II, III dan IV, serta disaksikan oleh Deputi Bidang Usaha Energi Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah, Asisten Deputi Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) RR Dewi Aryani, serta jajaran direksi Pelindo I, II, III dan IV.

Kolaborasi tersebut merupakan langkah penting dalam menghadapi kompleksitas permasalahan di bidang jasa kepelabuhanan di Indonesia, sekaligus upaya meningkatkan layanan kepada pelanggan.

“Perjanjian kerja sama ini memperkuat sinergitas operator pelabuhan di Indonesia dengan harapan mampu
mendorong keseragaman level of service pelabuhan di seluruh Indonesia serta optimalisasi pengelolaan aset di pelabuhan,” ujar Elvyn G Masassya, Direktur Utama IPC, dalam keterangan tertulis, (14/12).

Sementara, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto dan Direktur Operasi PT Pelindo II Prasetyadi mengatakan, bahwa sistem integrasi ini akan dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama akan dilakukan untuk integrated billing system (IBS) pada akhir Desember 2018. Lalu dilanjutkan
untuk payment system pada JanuariFebruari 2019. Dan menyusul sistem integrasi seluruh pelayanan pelanggan
atau go-live yang akan dilakukan 31 Mei 2019,” ungkap Putut.

Diharapkan, dengan sistem itu dapat memangkas biaya pelanggan setidaknya sebesar 20 persen dari sisi pelabuhan. Hanya saja, terkait tarif memang menyesuaikan kebijakan masing-masing Pelindo karena regulasinya sudah diatur oleh Kementerian Perhubungan.

Begitu juga, menurut Prasetyadi, dalam sistem integrasi tersebut akan ada juga fitur lain seperti tracking dokumen,
cargo, hingga fintech (financial technology, Red). “Pelanggan bisa melihat kontainer mereka berada di posisi mana. Pembayaran juga dilakukan secara house to house karena sudah berbasis online,” ungkapnya.

Putut menambahkan, pembangunan portal integrasi saat ini sudah dimulai dan dilakukan secara in house, dimana masing-masing Pelindo mengirimkan programmer lalu dikerjakan secara bersama. “Alasan in house karena ini ada hubungannya ke maritime, sehingga apabila sistem dilakukan pembaharuan itu akan lebih mudah menggarapnya,”
ujar Putut.

Selain sistem integrasi pelayanan pelanggan, Pelindo I, II, III, dan IV juga menjalin kesepakatan bersama terkait
sistem integrasi peralatan pelabuhan. Sistem integrasi pada peralatan ini terutama dalam hal pemeliharaan alat, penyediaan spare part, dan optimalisasi alat.

“Karena sebenarnya selain pelanggan, kita juga punya tipikal peralatan yang sama. Integrasi peralatan ini sekaligus menjadi bakal embrio CV Pelindo in Corporated, agar ke depannya standar peralatan di pelabuhan merata dan pengunaan alat menjadi efisien,” katanya lagi.

Penggabungan sistem baik di dalam pelayanan pelanggan maupun pengoptimalan alat pelabuhan ini bukan semata menuju holdingisasi, namun yang lebih penting bahwa pelabuhan dari Sabang sampai Merauke sudah tercapai satu sistem terintegrasi. (*/gus)n