ADA APA DENGAN PUSAT ? SEKEDAR MENJADI PROPINSI TAPANULI AJA TUNGGU PULUHAN TAHUN

Oleh
Trinov Fernando Sianturi, AMD.Par, SH
Wakil Ketua Umum Josay Bidang Hubungan Lembaga dan Organissi
Pengacara, Ketua Yayasan Pendidikan Kemajuan Bangsa, Ketum Perkumpulan Generasi Muda Poparan Sianturi Simataniari Sedunia (PGM  PAPOSMA

Horas..Horas..Horas…Kata ini sudah sangat-sangat terkenal di seluruh Indonesia mungkin bahkan sebagian dunia ini. Orang-orang yang asli dan sering menggunakan kata “HORAS” ini juga cukup terkenal dan cukup disegani serta di hormati oleh Bangsa Indonesia bahkan dunia. Yang tidak kalah pentingnya Orang-orang yang menggunakan kata “ Horas “ ini ikut juga berjuang untuk mengusir penjajah dan merebut kemerdekaan Indonesia, dan ikut serta dalam membangun Indonesia ini mulai dari awal kemerdekaan sampai sekarang ini. Yang tidak kalah pentingnya orang-orang yang menggunakan kata “Horas” pada saat ini adalah salah satu orang kepercayaan President Indonesia Bapak Jokowi.  Orang apakah itu? Yang mereka menyebutnya sebagai orang “BATAK” atau sering juga disebut orang “TAPANULI.”  Mereka berasal dari Tano BATAK yang berada disekitar pinggiran danau Toba (Danau vulkanik terbesar di dunia), dimana sekarang ini ada terdapat 7 Kabupaten yang berada disekitar pinggiran danau Toba (Danau yang sangat indah dan selalu tidak terlupakan bagi yang pernah mengunjunginya).

            Kata “TAPANULI” bukan kata baru didengar, kata ini sudah lebih dulu terkenal dan termasyur sampai ke benua Eropa sebelum kata “Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Tetapi nasib kata “TAPANULI“ ini seperti sengaja dibiarkan dan bahkan akan segera “PUNAH” dalam beberapa puluh tahun kedepan. Siapa yang akan memunahkannya ? Sudah pasti dan sangat yakin adalah para pejabat negara ini. Mulai dari para anggota dewan yang terhormat (DPRD Tingkat 2, DPRD Tingkat 1, DPD, DPRI), Bupati, Gubernur, Menteri bahkan Presiden. Mereka sepertinya dengan secara sengaja dan sadar dalam kondisi sehat membiarkan pelemahan kata “TAPANULI” sejak Indonesia merdeka sampai sekarang. Hanya untuk menjadi satu propinsi yaitu “PROPINSI TAPANULI,” mereka para pejabat ini seperti bersatu dan sepakat untuk menolaknya dan membungkam dengan berbagai cara dengan satu tujuan bahwa jangan ada “Propinsi Tapanuli.

            Halo para pejabat negara yang penulis sebut diatas…saya akan beritahu anda semua tentang sejarah “TAPANULI” dimana sejarah ini ada jauh sebelum Indoensia ini ada dan jauh sebelum kakek dan nenek buyutmu lahir di Indonesia ini.  Sejarah Keresidenan TAPANULI terbentuk sejak Pemerintah Belanda melakukan ekspansi ke daerah Sumatera dari tahun 1824 sampai 1934. Residen Tapanuli dibentuk tahun 1842, sebelumnya berada dibawah keresidenan Ajer Bangis dari Tahun 1837 sampai 1841. Nah, ini artinya bahwa untuk menjadikan satu propinsi TAPANULI merupakan hal yang sangat logis dan keharusan. Kenapa Indonesia ini tidak mengabulkannya? Hanya Tuhan yang tahu apa yang ada di kepala para presiden dan menteri terdahulu. Manusia boleh anda tipu dengan berbagai alasan, Tetapi ingat Tuhan tidak bisa anda tipu. Penulis sangat-sangat yakin ternyata para penjabat yang penulis sebutkan diatas masih mementingkan keuntungan pribadi, golongan dan bahkan agama. Padahal mereka hapal dan tahu semua bahwa Indonesia adalah negara republik yang memiliki ideologi PANCASILA, yang dimana sangat jelas bahwa disila ke 5 menyatakan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.

            Apakah Indoensia akan bubar kalau ada Propinsi Tapanuli? Apakah tidak pantas suku Batak yang mayoritas kristen mengatur hidupnya sendiri dan membangun daerahnya sendiri di dalam satu Propinsi Tapanuli ? Apakah SDM orang Batak sangat-sangat kurang sehingga kalian tidak mau meloloskan Propinsi Tapanuli? Apakah daerah Tapanuli terlalu miskin dan tidak punya sumber ekonomi yang cukup sehingga tidak layak jadi Propinsi Tapanuli? Atau jangan–jangan kalian merasa haram dan merasa kami orang kafir sehingga kami tidak layak untuk mendirikan Propinsi Tapanuli? Tolong anda jawab semua ini dengan jawaban jujur, karena kami perlu penjelasan dari anda para pejabat yang memiliki kuasa di negeri ini.

            Akhir kata penulis hanya mau sampaikan kepada seluruh elemen suku Batak yang ada di seluruh dunia ini, cukup sudah kita berdiam diri dan mereka permainkan selama berpuluh-puluh tahun. Mari kita bergerak bersama dan satukan tekad bahwa kita adalah ORANG BATAK yang terkenal dengan kepintarannya, kecerdasannya, kerajinannya dan kerja kerasnya. #MARSADAMAHITA